Breaking News:

PENDIDIKAN

Warga Antusias Menanam Pertanian Perkotaan Skala Besar   

Mahasiswa KKN Undip menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pertanian Perkotaan (Urban Farming) dengan tema Gerakan Pelatihan Budidaya

TRIBUN JATENG
Mahasiswa KKN Undip di Meteseh , Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pertanian Perkotaan (Urban Farming) dengan tema Gerakan Pelatihan Budidaya Tanaman Aquaponik atau “Geladaya Tamaponik” di Rejosari, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang beberapa waktu lalu.

Kegiatan dihadiri Ketua RW 10 sekaligus sebagai perwakilan perangkat Kelurahan Meteseh, Kelompok Tani, Karang Taruna, perwakilan Ketua RT dan warga sekitar.

Kegiatan berlangsung  dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai ketetapan yang berlaku, seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum memasuki ruang kegiatan, memakai masker selama kegiatan berlangsung, serta selalu menjaga jarak antar individu.

Kegiatan berisi pemaparan materi tentang budidaya akuaponik sampai sesi praktik perakitan instalasi akuaponik.

Dalam penyampaian materi itu, Jalu Wikan Wisnumurti, Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Peternakan dan Pertanian menjelaskan, budidaya tanaman sayuran yang dimodifikasi dengan sistem budidaya kombinasi akuakultur dan hidroponik.

Media dalam penyampaian materi berupa presentasi dan leaflet yang diberikan ke masing-masing peserta.

"Para peserta sangat antusias saat materi disampaikan, dan pada sesi diskusi peserta juga aktif bertanya dan ikut serta pada perakitan instalasi akuaponik sampai selesai," ucapnya kepada Tribun Jateng, Minggu (10/8).

Menurutnya, program ini dilatarbelakangi dengan semakin bertambahnya pembangunan di perkotaan yang membuat lahan pertanian kian menyusut.

"Pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional semakin terabaikan akibat pengalihan lahan pertanian menjadi bangunan," terangnya.

Dia mengungkapkan, para pahlawan pangan (petani) kehilangan sumber mata pencahariannya, begitu pula masyarakat yang sulit mendapat kebutuhan bahan pangan bergizi, tanpa harus keluar rumah dengan harga terjangkau, mengingat di masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

"Kegiatan “Geladaya Tamaponik” diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memberdayakan lahan terbatas di sekitar rumah. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan sekaligus penerapan program Pertanian Perkotaan (urban farming) yang gencar digalakkan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang," tuturmya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Rejosari, Ngadini menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa tersebut.

"Saya mewakili Kelompok Tani Rejosari sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini, sebelumnya saya ucapkan rasa terima kasih atas diadakannya kegiatan ini," ungkapnya.

Dia mengaku, akuaponik ini bagus untuk diterapkan di masa mendatang di desa ini.

"Kami berharap bisa di kembangkan dalam skala besar dan dapat membuka peluang usaha untuk masyarakat," harapnya. (M Sholekan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: moh anhar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved