Breaking News:

Bank Himbara Percepat Penyaluran Dana PEN ke UMKM

Sejauh ini, beberapa bank yang tergabung dalam Himbara sudah hampir sepenuhnya mengimplementasikan sesuai dengan target.

KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA, TRIBUN - Sejalan dengan arahan pemerintah, bank pelat merah telah secara aktif mendorong penyaluran kredit pasca-diberikannya penempatan dana melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ada empat bank BUMN yang mendapat dana dengan total mencapai Rp 30 triliun. Rinciannya yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri masing-masing Rp 10 triliun, kemudian Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperoleh masing-masing Rp 5 triliun.

Sejauh ini, beberapa bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu sudah hampir sepenuhnya mengimplementasikan sesuai dengan target. Asal tahu saja, keempat bank BUMN itu berkomitmen melipatgandakan realisasi penempatan dana tersebut menjadi sekitar Rp 60 triliun, paling lambat pada akhir tahun ini.

BRI mengaku di awal Agustus 2020 target itu sejatinya sudah terealisasi. Sekretaris Perusahaan BRI, Amam Sukriyanto menjelaskan, hingga 10 Agustus lalu, perseroan sudah menyalurkan kredit yang bersumber dari dana PEN sebesar Rp 30,6 triliun, atau melampaui target awal Rp 30 triliun. "Kredit itu diberikan kepada 700 ribu pelaku UMKM," katanya, kepada Kontan, Selasa (11/8).

BRI sejak awal mengumumkan akan menyalurkan mayoritas pinjaman dana ke pelaku usaha mikro. Setidaknya, sebanyak 70 persen kredit bakal diberikan ke pelaku UMKM. Adapun, sektornya antara lain mayoritas ada di perdagangan sebanyak 50 persen, pertanian 22 persen, dan industri pengolahan 9,5 persen.

Tak kalah aktif, BTN juga mengklaim sudah menyalurkan 99,3 persen dana yang ditempatkan pemerintah. Dalam keterangan resminya, Direktur Utama BTN, Pahala N Mansury mengatakan, masih akan menggenjot penyaluran dana PEN itu sesuai dengan komitmen, yaitu menjadi Rp 15 triliun hingga September 2020.

"Selama sekitar sebulan, kami fokuskan penyaluran PEN ke sektor yang masih bertahan saat pandemi, misalnya ke sektor konstruksi yang terkait KPR, dan penyaluran kredit konsumer, baik KPR subsidi dan non-subsidi, serta kredit ke UMKM," jelasnya, Senin (10/8). 

Adapun, realisasi bisnis BTN atas penempatan uang negara untuk ekspansi pada sektor pembiayaan perumahan hingga 7 Agustus 2020 sebesar Rp 4,965 triliun, atau 99,3 persen dari penempatan dana pemerintah di BTN.

Adapun rinciannya yaitu KPR subsidi sebesar Rp 1,79 triliun dengan 12.873 unit, KPR non-subsidi sebesar Rp 1,69 triliun dengan 7.045 unit, kredit konstruksi dan lain-lain sebesar Rp 1,02 triliun, serta kredit ke BUMN sebesar Rp 453 miliar.

Pahala memaparkan, pada Juli hingga Desember, sesuai dengan rencana bisnis, dana penempatan pemerintah akan disalurkan untuk 68.500 unit, atau setara dengan KPR subsidi senilai Rp 9,24 triliun, sementara untuk KPR non-subsidi akan terealisasi untuk 17.857 unit, atau setara dengan Rp 6,25 triliun.

Sedangkan kredit konstruksi rencananya akan disalurkan sebesar Rp 5,48 triliun, dan kredit ke BUMN senilai Rp 9,05 triliun. Sehingga total penyaluran kredit pada Juli hingga Desember mencapai 86.357 unit, atau senilai sekitar Rp 30 triliun. (Kontan/Laurensius MS Sitanggang)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved