Breaking News:

Guna Tingkatkan Jumlah Pengunjung, Daihatsu Gencarkan Edukasi Service Mobil Kepada Pelanggan

Penjualan mobil menunjukkan peningkatan seiring dengan dilonggarkannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Istimewa
After Sales Service Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Lili Herman (tengah) melihat kesiapan bengkel di Sunter, Jakarta, Selasa (11/8/2020). Terlihat petugas sedang melayani konsumen yang hendak melakukan service mobil. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Penjualan mobil menunjukkan peningkatan seiring dengan dilonggarkannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tercatat penjualan wholesale pada Juni hingga Juli 2020 meningkat 20 persen menjadi 25.000 unit atau bertambah dua kali lipat di banding bulan sebelumnya. Sedangkan, penjualan ritel naik 20 persen dari 30.000 menjadi 36.000 unit. 

Sementara itu, untuk merek Daihatsu pasca adanya pelonggaran PSBB mencatatkan peningkatan pengunjung bengkel Astra Daihatsu. After Sales Service Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Lili Herman mengatakan kini Daihatsu mengedukasi konsumen agar melakukan service rutin mobilnya ke bengkel Daihatsu. Salah satunya dengan memberikan insentif menarik dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Dikatakannya, edukasi yang diberikan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengunjung bengkel Astra Daihatsu. “Animo konsumen membawa mobilnya diservice di bengkel kembali meningkat, hal ini terlihat dari jumlah pengunjung bengkel Astra Daihatsu dan dealer Daihatsu yang terus naik,” ungkap Lili dalam siaran pers tertulisnya, Selasa, (11/8/2020).

Adapun pada Mei 2020 pengunjung bengkel Astra Daihatsu dan dealer Daihatsu tercatat sebanyak 52.695 unit, sementara pada Juni 2020 telah meningkat menjadi 82.633 unit atau naik 56,8 persen. Sedangkan, pada Juli 2020 tercatat 87.172 unit atau bertambah 5,5 persen dari Juni 2020.

“Jadi, memang ada kenaikan pengunjung bengkel dari rata-rata 2.000 unit per hari menjadi 2.300 unit per hari. Padahal, saat ini jam operasional bengkel masih dibatasi tidak seperti sebelum pandemi Covid-19 yang beroperasi secara penuh,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk mendorong konsumen datang ke bengkel atau memanfaatkan Daihatsu Mobile Service (DMS), pada bulan Agustus ini, seluruh bengkel Astra Daihatsu dan dealer Daihatsu memberikan program diskon khusus dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI.

Dalam program khusus ini, konsumen mendapatkan diskon Rp 100 ribu untuk pekerjaan tune up atau cek rem. Sedangkan, konsumen yang melakukan perawatan berkala bisa mendapatkan diskon jasa 17 persen, diskon suku cadang 8 persen, dan diskon oli genuine oil 20 persen.

Selain itu, setiap mobil yang telah selesai diservice mendapatkan pelayanan healthy delivery yakni pemberian cairan disinfektan pada beberapa area yang sering disentuh saat service seperti streering wheel, tombol lampu, handle pintu, switch power window, switch ac,  rem tangan, dan laci. Penyemprotan tersebut dikatakan Lili dilakukan di depan konsumen agar terbangun kepercayaan.

Lili berharap konsumen Daihatsu bisa memanfaatkan program potongan harga ini untuk menservice mobil agar selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan setiap saat. “Jangan sampai karena situasi pandemi ini konsumen terlena untuk tidak menservice mobilnya, sehingga kinerja mobil terganggu. Ujung-ujungnya konsumen juga yang rugi karena aktivitas mereka jadi terganggu jika mobilnya bermasalah,” terangnya.

Pengamat otomotif, Bebin Djuana menilai, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, apa pun yang bisa meningkatkan pendapatan harus dilakukan agar perusahaan bisa bertahan. Apalagi, penjualan otomotif secara nasional masih redup, sehingga perlu strategi baru mencari peluang agar bisa terus berkompetisi.

“Mungkin saja dari sektor service bisa menutupi biaya operasional perusahaan,” tuturnya.

Sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) menyebutkan, kontribusi pendapatan layanan service bisa menyumbang 20 hingga 30 persen dari target pendapatan tahunan. Dari unit yang masuk di dealer untuk layanan purna jual itu, kontribusi terbesar pendapatan datang dari penjualan suku cadang yakni 65 persen, sisanya dari layanan service sebesar 35 persen.

Tren positif ini harus menjadi momentum bagi pelaku usaha, khususnya industri otomotif untuk menggenjot pertumbuhan. Salah satunya melalui edukasi kepada konsumen agar memanfaatkan insentif yang disediakan guna menjaga performa kendaraannya tetap prima. (*) 

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved