Liputan Khusus

Kawasan Industri Wijayakusuma Beri Kemudahan Pembayaran Lahan

Sejumlah perusahaan mulai menggeliat di masa New Normal Perusahaan-perusahaan tersebut mulai memperkerjakan lagi bur

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
Kawasan Industri Wijayakusuma di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah perusahaan mulai menggeliat di masa New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru ini. Perusahaan-perusahaan tersebut mulai memperkerjakan lagi buruh yang sebelumnya sempat dirumahkan.

Berdasar data akhir Juli 2020, Disnaker Kota Semarang mencatat ada 80 perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19. Dari 80 perusahaan tersebut, ada 5.900 buruh terkena PHK dan 8.000 buruh dirumahkan.

Satu di antara perusahaan yang makin tumbuh yaitu PT Sandang Asia Maju Abadi. Perusahaan garmen ini sudah mulai melakukan ekspor. General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi, Deddy Mulyadi mengatakan kini aktivitas di perusahaannya sudah mulai berjalan sekira 80 persen.
"Setelah Idulfitri, aktivitas di perusahaan sudah berjalan kembali, seiring dengan sudah mulai dibukanya kembali jalur-jalur untuk ekspor,” kata Deddy kepada Tribunjateng.com, Minggu, (9/8).

Deddy yang juga Ketua Apindo Kota Semarang ini menuturkan ekspor PT Sandang Asia Maju Abadi didominasi dengan pengiriman ke Amerika sebesar 60 persen, Eropa 30 persen, dan Asia 10 persen.

"Kini pemesanan juga sudah mulai berjalan kembali, setiap bulannya kami sudah mendapatkan pesanan. Dimana setiap minggunya kami bisa mengirimkan pesanan empat hingga enam kontainer," terang Deddy.

Perusahaannya disiplin menerapkan protokol kesehatan, gencar memanfaatkan tekologi untuk tingkatkan daya saing, serta tingkatkan SDM. Saat awal pandemi Maret kemarin hingga tiga bulan sesudahnya, ekspor terhenti karena negara tujuan pengiriman barang sedang lockdown. Sehingga terjadi penurunan operasional perusahaan hingga 50 persen.

Kini dengan sudah mulai berjalannya lagi sektor industri garmen, Deddy berharap situasi kedepan dapat semakin stabil, supaya sektor industri garmen dapat kembali berjalan normal seperti sebelum adanya pandemi covid-19.

KIW Beri Kemudahan Pembayaran

Optimisme kondisi ekonomi membaik juga disampaikan oleh Direktur Operasional PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Ahmad Fauzie Nur. Buktinya pemerintah sedang mengembangkan kawasan industri baru di Jawa Tengah yaitu Kawasan Industri Batang dan Kawasan Industri Brebes.

Kondisi tersebut tentunya akan menambah ramai persaingan kawasan industri yang telah lebih dulu beridiri atau eksisting. Ahmad Fauzie Nur mengatakan, saat ini total ada 97 investor yang beroperasi di KIW Semarang, 60 diantaranya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 37 Penanaman Modal Asing (PMA). Selama pandemi ini diakuinya ada dua perusahaan berhenti operasi, masing-masing PMDN dan PMA.

Perusahaan-perusahaan di kawasan Kawasan Industri Wijayakusuma, masih tetap beroperasi memproduksi aneka produk antara lain garment, furniture, logistik, makanan dengan pemasaran dalam dan luar negeri. Sedangkan perusahaan yang sempat merumahkan karyawannya, kini sudah mulai diperkajakan lagi secara bertahap.

Diterangkan oleh Ahmad Fauzie Nur, pemerintah telah mengeluarkan insentif bagi perusahaan yang ingin investasi di Indonesia salah satunya dengan fasilitas KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi) oleh BKPM RI yaitu pengurusan perijinan paralel dengan konstruksi perusahaan.

"Di kawasan KIW kami mengembangkan dan mengelola seluas 250 Ha. Sampai saat ini masih tersedia sekitar 65 Ha yang terus kami kembangkan dengan harapan bisa terjual semua. Syukur Alhamdulillah, lahan kami tinggal tersisa 65 Ha," imbuhnya. (tim)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved