Breaking News:

Berita Tegal

Trasa Mart Co Working Space Tegal Resmi Dibuka, Bupati Umi: Mulai Besok Sabtu Dibatasi

Bupati Tegal, Umi Azizah, melakukan tinjauan ke Trasa (taman rakyat Slawi) mart dan Co Working Space, untuk mengecek secara langsung kesiapan.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah, melakukan tinjauan ke Trasa (taman rakyat Slawi) Mart dan Co Working Space, untuk mengecek secara langsung kesiapan para pedagang maupun sarana prasarana ketika nanti akan kembali dibuka, Rabu (12/8/2020) sore.

Dalam tinjuannya, Umi memperhatikan setiap detail dari pintu masuk, area Trasa Mart, Co Working Space, kesiapan alat penunjang protokol kesehatan, dan pedagang yang ada di sekitar lokasi.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan simulasi persiapan pembukaan Trasa Mart Co Working Space bagi masyarakat umum.

Bagaimana pengelola tempat mengarahkan masyarakat yang akan masuk mulai dari pengecekan suhu, cuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, dan menjaga jarak satu sama lain.

Pada kegiatannya kali ini, Bupati Umi didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti, Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal, Suharinto, yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Uwes Quroni, dan jajaran lainnya.

"Saya melakukan tinjauan dalam rangka persiapan pembukaan Trasa Mart Co Working Space yang insyaallah akan dibuka pada Sabtu (15/8/2020) ini. Dan pelaksanaan simulasi tadi menurut saya sudah memenuhi syarat, karena tadi dipraktekan balita tidak boleh masuk, lansia atau usia rentan juga tidak boleh masuk, termasuk yang tidak mengenakan masker," jelas Umi, pada Tribunjateng.com, Rabu (12/8/2020).

Dikatakan, meski setiap malam atau tepatnya malam minggu area Trasa Mart Co Working Space ini sudah ramai didatangi masyarakat.

Namun pembukaan secara resmi belum dilakukan, maka dari itu pihak Pemkab Tegal menentukan Sabtu yang akan datang Co Working Space resmi dibuka untuk umum.

Maka dari itu, Umi berpesan, bagi masyarakat yang ingin mengadakan pagelaran atau kegiatan lainnya, selama menerapkan protokol kesehatan silahkan saja.

"Untuk di Co Working Space karena di dalam ruangan, jadi otomatis jumlah pengunjung harus dibatasi karena rawan yaitu sebanyak 25-30 orang. Begitu juga durasi di dalam gedung dibatasi maksimal hanya 3 jam per orang," ungkapnya.

Ditanya mengenai sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, Bupati Umi menegaskan pihaknya masih menggunakan sesuai yang tertulis dalam Perbup no 35 tahun 2020.

Yaitu sanksi sosial seperti menyapu di lingkungan sekitar, menyanyikan lagu indonesia raya, menghapalkan pancasila, dan lain-lain.

"Terkait kegiatan 17 agustus nanti seperti biasa, tetap dilangsungkan upacara dengan jumlah terbatas, menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengadakan perlombaan juga saya perbolehkan. Prinsipnya mereka harus menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, karena ada tim Gugus Tugas tingkat desa yang mengawasi," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved