Breaking News:

Liputan Khusus

Update Pembangunan Kawasan Industri Brebes dan Batang

Dibukanya kawasan industri terpadu diharapkan menarik investasi dari 119 perusahaan yang berencana merelokasi pabrik dari China.

tribunjateng/ist
KAWASAN INDUSTRI WIJAYAKUSUMA di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengembangan bisnis yang saat ini sedang dilakukan Kawasan Industri Wijayakusuma adalah mendapat penugasan untuk menjadi pengembang dan pengelola Kawasan Industri Baru (KIB). Tidak tanggung-tanggung dapat penugasan di dua tempat, yaitu Kawasan Industri Brebes dan Kawasan Industri Terpadu Batang.

Berdasar Perpres Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang. “Kami ditugasi mengembangkan dan mengelola Kawasan Industri Brebes masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN)," kata Direktur Operasional PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Ahmad Fauzie Nur.

Dibukanya kawasan industri terpadu tersebut diharapkan dapat menarik investasi dari 119 perusahaan yang berencana merelokasi pabrik dari China.

"Kenapa dibuka kawasan industri di Batang ini? Satu saja jawabannya, ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, cipta lapangan kerja. Pertimbangan ini masuk akal, untuk menarik industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok (China) ke Indonesia, baik itu investor Jepang, Korea, Taiwan, Amerika, atau dari negara manapun," imbuhnya.

Ahmad Fauzie Nur menambahkan, paling tidak ada tiga aspek yang harus diperhatikan agar investor baik luar negeri maupun dalam negeri tertarik. Untuk menarik investor menanamkan investasinya, paling tidak ada tiga komponen yang harus diperhatikan. Yaitu pertama, harga lahan yang murah atau kompetitif, kedua, perijinan yang cepat, murah mudah dan pasti, ketiga, pelayanan yang prima.

Dalam hal menarik investor yang relokasi dari Tiongkok ke Asia Tenggara, Indonesia bersaing dengan Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Filipina.

Untuk Kawasan Industri Brebes, Fauzi menjelaskan, progress tetap berjalan, bahkan master plan tinggal finalisasi dan paparan ke kementerian BUMN, feasibility study atau FS finalisasi, Amdal masih proses melengkapi dokumen kerangka acuan serta Amdalalin sedang berproses. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes berjalan lancar dan sangat intens.

Sedangkan untuk Kawasan Industri Terpadu Batang, saat ini progress-nya pembentukan konsorsium pengelola kawasan industri, tiga Perusahaan BUMN, masing-masing PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX dan juga Pemerintah Kabupaten Batang.

Masing-masing jalan sesuai core bisnisnya, PT PP menangani infrastruktur, KIW mengelola kawasan indsustri dan PTPR IX menyediakan lahan. Ini semua didukung oleh para pihak terutama kementrian, lembaga dan BUMN.

Secara marathon rapat koordinasi dilakukan setiap minggu baik tiga pilar utama, PTPN IX, PT PP dan PT KIW, ditambah stakeholder yang lain sebagai supporting seperti jajaran Kemenko Maritim dan Investasi, Kemenko Perekonomian, Kementrian BUMN, PUPR, Perindustrian, Perhubungan, Agraria dan Tata Ruang, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKPM, Bina Marga, Pelindo, PLN, Pertamina, KAI, Pemprov Jateng dan Pemkab Batang.

Bagi-bagi tugas, Kemen PUPR dan Bina Marga berencana membuka exit tol dengan harapan bisa langsung akses ke kawasan industri. Exit tol yang ada tersedia berjarak 16 Km menuju kawasan industri. Untuk urusan listrik menjadi tanggung jawab PLN.

Ia menambahkan, gerak cepat juga dibutuhkan oleh Kementrian Perhubungan sebagai regulator untuk menugaskan PT KAI sebagai operator merevitalisasi jalur kereta api dengan fokus Stasiun Plabuan di Ketanggan, Gringsing, Batang serta menyiapkan dryport.

Beragam upaya dilakukannya untuk menggaet investor masuk. Seperti dengan memberikan special price, promosi marketing gencar melalui iklan media online, strategi jemput bola, angsuran pembayaran diperpanjang waktunya, hingga komunikasi by WA, telepon.

Selama pandemi ini diakuinya dampak ekonomi akibat covid-19 mempengaruhi iklim investasi kawasan. Solusi yang dilakukannya adalah memberikan kemudahan cara pembayaran pembelian tanah, dan penundaan kenaikan tarif serta reschedulling angsuran piutang. (tim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved