Breaking News:

Berita Demak

Bawaslu Demak Sebut 5.612 Pemilih Berpotensi TMS, Ini Respon KPU Demak

Menurutnya, hasil penelusuran sementara ada lima orang yang masih hidup, tapi di data Bawaslu sudah meninggal

Net
Ilustrasi Pilkada 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bawaslu Demak menyampaikan ada 5.612 pemilih yang berpotensi tidak memenuhi syarat (TMS). Hal itu disebabkan ada pemilih yang sudah pindah domisili, sudah meninggal, dan masih aktif sebagai TNI/Polris tapi masih terdaftar sebagai pemilih.

Atas temuan tersebut, Kepala Divisi Perencanaan Data dan Infomormasi KPU Demak, Nur Hidayah mengatakan, meragukan temuan tersebut.

Dia memyampaikan, pihaknya sudah menerima surat rekomendasi dari Bawaslu Demak pada Senin, (10/8/2020).

"Surat itu sudah kami terima, sesuai undang-undang kami akan menindaklanjutinya," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu, (12/8/2020).

Menurutnya, data temuan Bawaslu patut dipertanyakan keautentikannya. Karena berdasarkan temun di lapangan, kata dia, rekomendasi Bawaslu tidak sesuai fakta di lapangan.

"Hasil tindak lanjut sementara ada temuan Bawaslu yang katanya ada pemilih sudah meninggal tapi terdaftar sebagai pemilih, setelah kami dicek di lapangan, ternyata orangnya masih hidup," terangnya.

Nur Hidayah mencotohkan, data pemilih bernama Suwandi Warga Desa Karangrejo, RT/01/04, Kecamatan Bonang. Berdasarkan data Bawaslu Demak, papar Nur, orang tersebut meninggal, tapi hasil penelusuran PPK dan PPDP ternyata orang tersebut masih hidup.

Menurutnya, hasil penelusuran sementara ada lima orang yang masih hidup, tapi di data Bawaslu sudah meninggal.

Kendati demikian, Nur Hidayah menegaskan KPU Demak terbuka untuk menerima masukan dalam tahapan pendataan pemillih.

"Tapi harus ada bukti autentik, ada NIK, nama, tanggal lahir, dan alamat, ketika ada bukti itu, kami bisa mudah menindaklanjuti," paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Demak Bambang Setya Budi menambahkan, sebagian besar rekomendasi Bawaslu Demak sudah masuk AKWK dan secara otomatis sudah dilakukan coklit oleh PPDP.

"Rekomendasi Bawaslu Demak sebagian besar elemen datanya tidak valid. Tapi kami tetap akan menindaklanjuti dan jawab secara detail per satu nama yang dikirimkan bawaslu kepada KPU," paparnya.

Dia menegaskan, KPU akan bekerja sesuai regulasi yang ada dan menjaga data yang disusun untuk Data Pemilih Sementara sesuai aturan yang ada.(yun)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved