Breaking News:

Penderita HIV Aids di Tegal Capai 1.143 Kasus, Joko: Ibu Rumah Tangga Paling Tinggi 20 Persen.

Tidak kalah mengkhawatirkan seperti kasus Covid-19, jumlah penderita HIV Aids di Tegal juga cukup tinggi.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tidak kalah mengkhawatirkan seperti kasus Covid-19, jumlah penderita HIV Aids di Kabupaten Tegal jumlahnya juga cukup tinggi, yaitu sebanyak 1.143 kasus sampai Juli 2020 yang terbagi dalam beberapa profesi.

Adapun dari jumlah 1.143 kasus tersebut, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, terbagi menjadi dua yaitu Aids ada 460 kasus dan HIV ada 683, sehingga totalnya menjadi 1.143 kasus.

Sementara itu, jika dari total 1.143 kasus HIV Aids yang ditemukan di Kabupaten Tegal dibagi sesuai profesinya, maka Joko menyebut, profesi ibu rumah tangga yang paling tinggi yaitu sekitar 20 persen.

"Saat ini kami dari Dinkes Kabupaten Tegal bersama 29 puskesmas, telah melaksanakan program VCT yaitu garda penemuan kasus HIV Aids. Mengingat sampai saat ini HIV Aids masih menjadi stigma negatif bagi masyarakat, sehingga perlu adanya kegiatan penemuan kasus dengan VCT (Voulenter Conseling and Testing). Jadi sebelum dilakukan tes, konseling dulu dan setelahnya baru dilakukan tes HIV Aids," jelas Joko, pada Tribunjateng.com, Kamis (13/8/2020).

Sedangkan persentase profesi lainnya yaitu PSK atau WPS sebanyak 12,3 persen.

Lalu profesi pedagang 19,1 persen, Buruh 14,3 persen, mahasiswa atau pelajar 2 persen, Ibu rumah tangga 20 persen, supir 3,8 persen, PNS 1 persen, karyawan 12,2 persen, Petani dan nelayan 1,6 persen.

Tidak diketahui pekerjaannya persentase 3,8 persen, dan tidak bekerja 2 persen.

Pekerja di salon sebanyak 1,1 persen, dan yang berasal dari ibu (kasus anak tertular dari ibu) sebanyak 3,8 persen.

Selain dikelompokkan sesuai profesi, ada juga berdasarkan faktor resiko yaitu kelompok heteroseksual sebanyak 82 persen, Homo seksual 13 persen, dari pengguna obat suntik sebanyak 1 persen, transfusi darah 0 persen, dan penularan dari ibu ke anak 4 persen.

"Kenapa ibu rumah tangga persentase nya paling tinggi, kemungkinan mereka tertular dari suaminya. Karena tadi sesuai data profesi pedagang ada 19, 1 persen dan Buruh 14,3 persen, jadi kemungkinan angka inilah yang menyebabkan penularan HIV Aids pada ibu rumah tangga. Faktor lain, ada ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai PSK tidak langsung, tapi kami tidak memiliki datanya," terang Joko.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved