Berita Semarang
Ganjar Ground Breaking Jateng Valley, Minta Pembangunan Beorientasi Lingkungan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan wisata Jateng Valley di Hutan Wisata Penggaron, Susukan,
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan wisata Jateng Valley di Hutan Wisata Penggaron, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (15/8/2020).
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu meminta pembangunan lokasi wisata Jateng Valley yang memanfaatkan lahan hutan seluas kurang lebih 400 hektare beroirientasi pada aspek lingkungan hidup.
"Saya pesen karena ini mau dibuat tempat wisata di sini (Jateng Valley) maka kita harapkan orientasi lingkungannya nomor satu," terangnya kepada Tribunjateng.com, dilokasi Sabtu (15/8/2020).
• Malaysia Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Minus 17,1 Persen
• Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Sungai Serang Tengaran, Diduga Dibuang Kemarin
• Ganjar Lepas Para Dokter Bersepeda Ke Borobudur, Bersepeda Sesuai Protokol Kesehatan
Menurut Ganjar, dengan mengutamakan faktor lingkungan diharapkan setiap orang datang berkunjung dapat banyak mengambil pelajaran, berbagi pengalaman yang eco frendly.
Ia menambahkan, dengan kondisi Hutan Penggaron yang masih asri ditambah rencana pembangunan dilengkapi wahana wisata dan tempat bermain keaslian lingkungan tetap terjaga.
"Maka harapan saya karena diitengah-tengah nanti ada tempat bermain. Semua bisa menjaga. Mengedukasi, sehingga, harapan kita orang yang pulang itu justru sadar. Maka, nanti kita minta soal suplai energinya yang green, permainan juga begitu. Anak-anak maupun orangtua dapat belajar," katanya
Pihaknya menyatakan, rencana pembangunan Jateng Valley sejak perencanaan tahun 2010 dan hendak dibangun pada 2012 sempat terkendala masalah administrasi.
Dikatakannya, tidak hanya itu komitmen bersama dinilai penting mewujudkan pembangunan Jateng Valley. Diakui pihak pengembang sempat mengadu perihal masalah itu sampai akhirnya terjadi titik temu.
"Tentu itu setelah didukung semua pihak. Maka ditengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini ada dua kelompok orang sukses pertama kreatif dan inovatif, didukung governance. Karena pilihannya cuma dua berani berjuang atau pasrah. Tapi saya pilih tertantang, kapan kira-kira pandemi selesai vaksin ditemukan kita tidak tahu," ujarnya
Komisaris Utama PT Taman Wisata Jateng Prijo Raharjo Handoko menerangkan pembangunan Jateng Valley semula akan dilakukan pada 2010 silam kemudian molor dan baru tahun ini terlaksana.
"Anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Target kami ini akan menjadi destinasi wisata terbesar ke 5 di dunia dan nomor 1 di Asia Tenggara dengan luas 400 hektare, kami berkomitmen mewujudkan destinasi wisata Jateng terbesar di Jateng," jelasnya
Handoko mengungkapkan, wisata Jateng Ballet akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti eco hotel and resort, eco safari, eco theme park. Jateng Valley mengusung tagline 'When Nature Meets Dream'.
Semua itu lanjutnya, gabungan dari unsur kesenangan, teknologi, lingkungan, modern, dan tentu berstandar internasional. Selebihnya ada outbound, piknik area, mini teater, dan tree top cafe. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-pranowo-tirai-menandai-pembukaan-wisata-jateng-valley-di-hutan-wisata-penggaron.jpg)