Breaking News:

Virus Corona Kudus

Gugus Tugas Covid-19 Kudus Rahasiakan Data Terkonfirmasi Positif untuk Kepentingan Penanganan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus belum transparan membuka data pasien terpapar virus corona karena di luar kewenangannya.

IST
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kudus belum transparan membuka data pasien terpapar virus corona karena di luar kewenangannya.

Juru Bicara ‎GTPP Covid-19 Kudus, dr Andini Aridewi mengatakan hak diagnosis pasien tersebut merupakan kewenangan pasien yang bersangkutan.

"Hak diagnosis pasien itu adalah kewenangan dari pasien.

Viral 9 Siswi SMP Solo Bully Teman di Alkid, Orangtua: Perasaan Saya Kacau Balau

Atiqah Hasiholan Benarkan Jika Sang Ayah Pemilik Diskotik No 1 di Asia

Konsumsi Kapsul JSH Produksi Sidomuncul, Eddy Mengaku Gula Darahnya Turun

Uang Hasil Jualan Keliling Dibawa Penipu, Mbah Khotim 1 Jam Bengong Tak Percaya, Pulang Jalan Kaki

Artinya bukan untuk sosialisasikan kepada seluruh masyarakat tetapi data itu untuk kewenangan penanganan," kata Andini Aridewi, di Kantor Dinas Kesehatan kabupaten Kudus, Sabtu (15/8/2020).

Andini mengatakan, data pasien terkonfirmasi virus corona ada dari tingkat desa, puskesmas dan rumah sakit.

Termasuk data pasien terkonfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Data kasus isolasi mandiri juga ada di desa, satgasnya pegang data.

Diskominfo juga pegang data hanya sebatas kewilayahan," jelas Andini.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kudus, Ahmad Syaifudin mengatakan, hasil diagnosa itu boleh diberitahukan kepada siapa saja asalkan mendapatkan persetujuan pasien.

"Dokter itu ada sumpah selalu menjaga kerahasiaan pasiennya," ujar dia.

Menurut Syaiffudin, data yang selama ini dianggap tidak transparan itu sebenarnya bisa dibuka dalam untuk pengendalian penyebaran wabah.

"Bahkan data itu sudah sampai ke desa, untuk penanganan.

Kalau langsung dibuka siapa dan alamatnya yang terkonfirmasi positif.

Tidak diizinkan," tegas dia.

Berdasarkan data, kasus terkonfirmasi positif sebanyak 872 kasus dari dalam wilayah dan 218 kasus dari luar wilayah yang dirawat di Kudus per hari Sabtu (15/8/2020). (raf)

Sudah Uzur tapi Kelakuannya Ngawur, Kakek 72 Tahun Cabuli Bocah 7 Tahun di Kebumen

Ruben Onsu Dapat Kado Kursi Pijat: Gue Kejungkal

Aurel Hermansyah Berencana Undang Semua Mantan Pacar di Pesta Pernikahan, Ashanty: Semua? Banyak Bu

Main Ponsel saat Isi Bensin, Cita Citata Disentil Netizen

Penulis: raka f pujangga
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved