Breaking News:

Berita Nasional

Hari Ini 75 Tahun Lalu, Detik-detik Soekarno-Hatta Diculik Ke Rengasdengklok Oleh Pemuda

Hari ini, 75 tahun lalu atau tepatnya 16 Agustus 1945 dini hari, Soekarno dan Muhammad Hatta diculik ke Rengasdengklok oleh golongan muda.

Editor: m nur huda
Kompas/JB Suratno
Bung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam). Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok. 

TRIBUNJATENG.COM - Hari ini, 75 tahun lalu atau tepatnya 16 Agustus 1945 dini hari, Soekarno dan Muhammad Hatta diculik ke Rengasdengklok oleh golongan muda.

Mereka terdiri dari Soekarni, Wikana, Aidit, Chaerul Saleh, dan lainnnya.

Sudanco Singgih menjadi pimpinan dalam penculikan tersebut.

Ucapkan Selamat HUT Kemerdekaan Indonesia, AS: Kami Komitmen Indo-Pasifik yang Damai & Sejahtera

Bendera Merah Putih Juga Dimiliki Monako, Ternyata Lebih Dulu di Indonesia, Ini Penjelasannya

Rumah Baru Pangeran Harry & Meghan Markle di California, Bertetangga dengan Oprah Winfrey

Pengakuan Tetangga soal Kabar Dory Harsa & Nella Kharisma Menikah, Tahunya dari Tukang Beras

Melansir Harian Kompas, 16 Agustus 1999, Rengasdengklok ini dipilih karena dinilai lebih aman dibanding Jakarta, yang kemungkinan mudah bergolak usai Jepang takluk pada Sekutu.

Mereka membawa Soekarno dan Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari Jepang.

Latar belakang penculikan

Pada 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita kekalahan Jepang dari Sekutu melalui pemberitaan sebuah radio dari luar negeri.

Saat itu, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah yang tak mau bekerja sama dengan Jepang.

Setelah mendengar kabar kekalahan Jepang, ia pun menghubungi rekan seperjuangannya untuk meneruskan berita ini kepada golongan muda yang pro kemerdekaan agar segera bertindak.

Golongan muda kemudian melakukan rapat di ruang laboratorium mikrologi di Pegangsaan Timur, Jakarta, pada 15 Agustus 1945.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk membicarakan pelaksanaan proklamasi tanpa menunggu Jepang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved