Breaking News:

Berita Tegal

Cerita Kopral Bakrie saat Belanda & Tentara Sekutu Mendarat di Tegal hingga Menggempur Yogya

Air matanya kemudian menetes mengenang masa perjuangan melawan Belanda dan Sekutu. Tangannya masih kuat mengepal dan menyuarakan kata merdeka meski tu

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sorot mata Bakrie tampak tegar mengingat masa-masa tegang kala mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tangannya masih kuat mengepal dan menyuarakan kata merdeka meski tubuh rentanya membuat Bakrie bergetar.

Air matanya kemudian menetes mengenang masa perjuangan melawan Belanda dan Sekutu.

TNI-Polri Gerebek Markas KKB Papua di Timika, Pimpinan Kelompok Hengki Wamang Tewas

Mengapa Sepeda Motor Wajib Dicuci Seusai Kehujanan? Ini Penjelasannya

Hasil Liga Eropa: Bawa Inter Milan ke Final, Lukaku Sindir Kegagalan Manchester United

Tuntut Warisan 16 Perusahaan, Anak Eka Tjipta Widjaja Pendiri Sinarmas Gugat 5 Saudaranya Lagi

Dia adalah Kopral (Purn) Bakrie (90), pejuang kemerdekaan Indonesia di Kota Tegal yang masih hidup.

Semasa berjuang ia adalah anggota Badan Keaman Rakyat (BKR) Laut atau anggota pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) CA IV.

Kini veteran berusia 90 tahun tersebut menghabiskan masa tuanya di rumahnya, di Jalan Cempaka Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Dia juga memiliki tiga unit becak yang disewakan kepada masyarakat dengan setoran Rp 5.000 per hari.

Kopral (Purn) Bakrie bercerita, ia mulai menjadi BKR Laut pada 1945, tepatnya seusai Jepang kalah di perang dunia kedua.

Setelah Jepang kembali ke negerinya, bangsa dan pemuda Indonesia bangkit dan mengatur barisan.

Ada dari barisan Siliwangi, Batalyon Pertahanan RI (Bepri), BKR, Hizbullah, hingga Masyumi.

Halaman
1234
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved