Breaking News:

Berita UKSW Salatiga

Dukung Konservasi Alam Senjoyo, UKSW Salatiga Sumbang Aquaponik

Dalam rangka mendukung kegiatan konservasi alam mata air Senjoyo menuju Kawasan Edu Ekowisata "Pojok Konvervasi Penting Dekat Tingkir" (Joko Tingkir)

IST
Dekan Fakultas Biologi dan Fakultas Interdisiplin saat meninjau aquaponik yang diserahterimakan kepada Pokdarwis Senjoyo Village. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka mendukung kegiatan konservasi alam mata air Senjoyo menuju Kawasan Edu Ekowisata "Pojok Konvervasi Penting Dekat Tingkir" (Joko Tingkir) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga sumbang 3 unit aquaponik.

Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UKSW Salatiga Desti Christian Cahyaningrum mengatakan selain menyumbang 3 unit aquaponik turut diserahkan buku berjudul 'Rekomendasi Manajemen Destinasi Pariwisata Umbul Senjoyo'.

"Sebelumnya juga telah diadakan beberapa diskusi terkait dengan pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senjoyo Village untuk menuju kawasan edu ekowisata," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/8/2020)

Menurut Desti, kegiatan PKM itu merupakan hasil kerjasama dua fakultas di lingkungan UKSW yaitu Fakultas Biologi dan Fakultas Interdisiplin atas dukungan dana hibah PKM dari DRPM Dikti.

Ia menambahkan, terhadap anggota Pokdarwis Senjoyo Village turut diberikan pembekalan terkait strategi menghadapi new normal di Kawasan Senjoyo dan peningkatan konservasi pada wilayah mata air Senjoyo.

“Hasil dari rangkaian kegiatan ini adalah aquaponik dari Fakultas Biologi dan juga buku dari Fakultas Interdisiplin. Kami bersyukur meskipun pandemi, kegiatan ini bisa terus berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentunya," katanya

Dekan Fakultas Interdisiplin Dr. Titi Susilowati Prabawa mengungkapkan  kegiatan wisata di Senjoyo diharapkan pengelolaan berdasarkan pada lingkungan hidup.

Karenanya kata dia, kebanyakan sebuah destinasi begitu dibuka terkadang melupakan tentang konservasi alam.

“Kebanyakan fokus pada bagaimana mendorong jumlah wisatawan yang datang meningkat sehingga konservasi alamnya diabaikan.

Semoga hal ini tidak terjadi di Senjoyo, yang dibutuhkan adalah adanya sinergi dari berbagai pihak, seperti kampus dan juga masyarakat,” ujarnya

Titi Susilowati menyatakan, banyak lokasi wisata yang rusak karena adanya kunjungan wisatawan sehingga penting untuk memproteksi kawasan wisata.

Dia menilai, ekowisata tidak bisa berdiri sendiri, perlu melibatkan bidang-bidang lain seperti ekonomi dan lainnya.

Tidak kalah penting adalah ada sesuatu yang berbeda dan dapat menjadi ciri khas wilayah.

Ketua Pokdarwis Senjoyo Village Edi Siswanto menyampaikan terimakasih atas terlaksananya program PKM yang berlangsung sejak 11 Juli 2020 tersebut.

"Adanya PKM dari UKSW sangat bermanfaat untuk pengembangan Umbul Senjoyo untuk menjadi kawasan edu ekowisata," jelasnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved