Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Jelang Pilkada Serentak, Polda Jateng Waspadai Munculnya Hoaks dan Ujaran Kebencian

Menjelang pelaksaan Pilkada Serentak pada Desember 2020 Polda Jawa Tengah mewaspadai munculnya berita palsu (hoaks) dan ujaran kebencian.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Suasana FGD terkait peran media massa menjelang Pilkada Serentak tahun 2020 oleh Polda Jateng di The Wujil Resort and Conventions, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2020). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menjelang pelaksaan Pilkada Serentak pada Desember 2020 Polda Jawa Tengah mewaspadai munculnya berita palsu (hoaks) dan ujaran kebencian.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jateng AKBP Fidelis Purna Timoranto mengatakan mengantisipasi adanya hoaks dan ujaran kebencian itu jajarannya telah melakukan koordinasi dengan Ditreskrimsus.

"Kami sudah ada unit khusus cyber crime dibawah wewenang Ditreskrimsus. Itu menyikapi potensi munculnya berita hoaks atau ujaran kebencian selama proses Pilkada," terangnya kepada Tribunjateng.com, di sela FGD bertajuk "Meningkatkan Peran Media Massa dalam Mendukung Tugas Polri Guna Terwujudnya Pilkada Serentak Tahun 2020 yang Aman dan Damai Ditengah Pandemi Covid-19" di The Wujil Resort and Conventions, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2020)

Menurut AKBP Fidelis, berita negatif seperti kampanye hitam yang diproduksi melalui media partisan atau media sosial dinilai paling berpotensi muncul.

Ia menambahkan, adanya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu dikhawatirkan membuat masyarakat terprovokasi.

"Maka hari ini kami mengajak instansi media bersama Bawaslu dan KPU serta akademisi untuk bersama mengedukasi masyarakat," katanya

Pihaknya menyatakan, saat pelaksanaan Pilkada Serentak Desember nanti masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh berita-berita bohong sehingga dapat menggunakan hak pilih dengan baik.

Dikatakannya, secara internal Polda Jateng juga telah menyiapkan personil pengamanan termasuk bantuan tambahan personil untuk daerah tertentu.

"Kami juga menyiapkan sanksi bagi media partisan yang membuat dan menyebarkan berita hoaks sesuai UU ITE. Itu berlaku juga bagi individu masyarakat bukan simpatisan partai tertentu," ujarnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved