Breaking News:

Pendidikan Militer

Kamal Ingin Tanam Nasionalisme Pakai Cara Lebih Menarik Tanpa Harus Ikut Terapkan Pendidikan Militer

Sejumlah kalangan mengkritisi wacana pendidikan militer masuk kurikulum perguruan tinggi selama satu semester.

ISTiMEWA
Ilustrasi kegiatan di Akademi Militer Magelang tahun 2019 

Kamal Ingin Tanam Nasionalisme Pakai Cara Lebih Menarik Tanpa Harus Ikut Terapkan Pendidikan Militer

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mewacanakan memasukan pendidikan militer ke kurikulum perguruan tinggi.

Wacana pendidikan militer dalam kurikulum kampus tersebut masih dibahas bersama Kemendikbud. Jika disetujui, nantinya pendidikan militer akan mengisi satu semester dalam kurikulum pendidikan perguruan tinggi.

Menurut sejumlah mahasiswa, wacana pendidikan militer tersebut dirasa kurang tepat, meski bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme.

"Menurut saya itu kurang tepat, karena mahasiswa bukan lagi seperti pelajar tingkat SMA. Kami diajarkan memutuskan sesuatu secara dewasa, jadi tidak bisa dikekang," jelas Kamal Annajib, mahasiswa UIN Walisongo Semarang kepada Tribun Jateng, Selasa (18/8).

Tafsir Menilai Pendidikan Cinta Negara Tak Harus Militeristik

Ngasbun Egar: Wacana Pendidikan Militer Masuk Kampus Jangan Dijadikan Alat Politik

Dilanjutkannya, penanaman nasionalisme harusnya dibenamkam lewat cara yang lebih menarik, bukan lewat kewajiban mengikuti pendidikan militer.

"Indonesia mengusung demokrasi tidak seperti Korea yang mewajibkan pelajar bela negara. Tanpa pendidikan militer pun kami tetap mencintai negara dengan cara kami masing-masing," paparnya.

Adapun Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufik, saat dihubungi Tribun Jateng lewat sambungan telepon, menuturkan, Kemendikbud, Kemenag, dan Kemhan harus duduk bersama untuk merumuskan ulang wacana tersebut.

"Rumusan pendidikan militer harus berdasar dengan jiwa zaman generasi muda masa kini, atau dikemas secara menarik agar mahasiswa terbangun karakternya. Jadi tidak bisa serta merta pendidikan militer diwajibkan masuk kurikulum kampus-kampus," ucapnya.

Diterangkannya, pendidikan militer harus dipahami terlebih dahulu dan bukan bagian dari wajib militer seperti yang diterapkan di negara lain.

"Sisi positifnya jika pendidikan militer masuk kampus dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, atau pengabdian terhadap negara di tengah lunturnya nilai nasionalisme," imbuhnya.

Kementerian Pertahanan Wacanakan Pendidikan Militer Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

Ia menambahkan, pendidikan militer hanya satu di antara cara untuk menanamkan jiwa nasionalisme pada generasi penerus.

"Jadi memasukan pendidikan militer ke kurikulum kampus bukan satu-satunya cara. Masih banyak cara lainya, misal mengemas pendidikan cinta tanah air dengan cara yang kekinian agar karakter nasionalisme benar-benar tertanam ke penerus bangsa," tambahnya.  (budI susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: moh anhar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved