Breaking News:

Cegah Corona, Haul Mbah Ahmad Mutamakkin Kajen Pati Tahun Ini Digelar secara Tertutup

Kegiatan Haul Mbah Ahmad Mutamakkin di Desa Kajentetap akan dilaksanakan, yakni pada 10 Muharram 1442 Hijriah.

Istimewa
Makam Mbah Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Tahun ini, kegiatan Haul Mbah Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, tetap akan dilaksanakan, yakni pada 10 Muharram 1442 Hijriah atau Jumat (28/8/2020) mendatang.

Namun, demi mematuhi aturan pemerintah daerah terkait pencegahan corona, panitia tidak akan menyelenggarakan acara-acara berskala besar yang berpotensi mendatangkan kerumunan massa.

”Karena masih ada pandemi, haul tahun ini dilaksanakan secara khusus dan tertutup, tidak untuk umum. Kami sudah mengumumkan hal ini selama sebulan,” jelas Ketua Yayasan Mbah Ahmad Mutamakkin Kajen, KH Mujiburrohman Ma’mun kepada Tribunjateng.com, Kamis (20/8/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Mujib ini mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya, rangkaian acara haul berlangsung meriah.

Haul Mbah Ahmad Mutamakkin biasanya diiringi karnaval, drum band, pengajian umum, pengadaan berkatan acara tahtiman bil ghoib yang menyediakan berkatan hingga 13 ribu bungkus, dan juga pengadaan berkatan acara tahtiman bin nadzor yang biasanya sampai menyediakan 16 ribu bungkus makanan berkat.

Tahun ini, keramaian-keramaian tersebut terpaksa ditiadakan.

Selain pembatasan acara haul, lanjut Gus Mujib, pihaknya juga melakukan antisipasi terhadap potensi peningkatan jumlah peziarah yang berkunjung ke makam Mbah Ahmad Mutamakkin.

Biasanya, pada bulan Muharram bertepatan dengan haul, kunjungan peziarah meningkat.

”In syaa Allah tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Peziarah tidak sebanyak tahun-tahun lalu. Sebab, sekolah libur dan rombongan wisata juga masih dibatasi,” kata dia.

Meskipun demikian, lanjut Gus Mujib, pihaknya sudah menyiapkan area ziarah dengan ketentuan jarak aman. Selain itu, pihaknya juga memperbanyak tempat cuci tangan di area-area strategis.

Sejumlah pertugas juga disiapkan untuk memantau lokasi dan menerapkan mekanisme buka-tutup seandainya terjadi kepadatan peziarah.

Namun, khusus selama acara haul berlangsung, area makam tertutup bagi peziarah umum. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved