Rayakan 1 Muharam 1442 dan HUT ke-75 RI, Pedagang Pasar WageGelar Karnaval Keliling Pasar

Para pedagang di Pasar Wage Purwokerto menggelar arak-arakan karnaval keliling pasar, Kamis (20/8/2020).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Pedagang Pasar Wage Purwokerto saat mengenakan kostum unik arak-arakan ala karnaval di Pasar Wage Purwokerto, pada Kamis (20/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dalam rangka memperingati 1 Muharam 1442 Hijriah sekaligus HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia para pedagang di Pasar Wage Purwokerto menggelar arak-arakan karnaval keliling pasar, pada Kamis (20/8/2020).

Para pedagang menghias diri mereka dengan mengenakan hiasan dari sayur-sayuran seperti Sawi putih, Pokcoy, Timun, Welok, dan sayuran lainnya.

Ada pula pedagang yang berdandan ala badut, serta mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD). Aksi itu adalah sebagai upaya mengajak masyarakat atau pembeli agar kembali berbelanja di pasar Wage, Purwokerto.

Mereka ternyata berdandan seperti itu supaya menarik minat masyarakat. "Kita dalam rangka slametan sekaligus memperingati 1 Muharam 1442 Tahun Baru Islam, sekaligus kemerdekaan dan mengajak warga biar berbelanja di sini.

Masyarakat jangan takut adanya covid-19," ujar Pedagang Sayur Pasar Wage, Rodhah (52) kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (20/8/2020).

Puluhan pedagang terlihat membunyikan alat-alat dapur sembari mengitari area pasar. Mereka dengan antusias menyanyikan lagu kemerdekaan dan salawatan.

Anak-anak juga terlihat memegang papan bertuliskan, 'Ayo Belanja di Pasar Wage' dan sambil bernyanyi.

Para pedagang melakukan aksi itu sebagai cara menghibur diri sendiri dan pedagang Pasar Wage semua.

"Supaya tidak stres, selama ini kita berjualan sangat letih, pemasukan sangat rendah.

Hanya seperempat pendapatan yang didapat," ungkapnya.

Rodhah berharap dan meminta kepada pemerintah agar dapat membantu menormalkan kondisi Pasar Wage, Purwokerto yang sepi pembeli.

"Saat ini sudah tidak ada lagi pedagang yang positif Covid-19, jadi jangan takut ke Pasar Wage," tandasnya.

Sementara itu pedagang lain, Parti (50) mengatakan jika dagangannya masih sepi sejak ada pasien positif covid-19.

Parti menghiasi seluruh tubuhnya dengan bendera merah putih plastik dan mengenakan caping yang juga dihias dengan sayuran.

"Saya ingin meramaikan saja, supaya banyak lagi yang belanja ke Pasar Wage.
Pedagang sudah pada sembuh," tambahnya.

Salah seorang pembeli, Diana (40), warga Pancurawis, Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan merasa terhibur dengan adanya kegiatan tersebut.  "Prihatin jadinya, karena artinya pembelinya tidak ada.

Mereka jadi seperti itu, kalau pembelinya ramai kan pasti tidak akan seperti ini," ungkapnya.

Ia sendiri mengaku tidak merasa takut dengan adanya virus corona, namun tetap waspada. "Asalkan sudah menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Yang penting protokolnya benar, jaga jarak dan terus selalu pakai masker kalau ke pasar," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved