Breaking News:

Berita Batang

Cek-cok di Hajatan di Batang Berbuntut Penusukan Hingga Tewas, Tersangka : Saya Hanya Emosi Sesaat

Beberapa orang yang menyaksikan telah berusaha melerai, hingga ketiganya turun dari atas panggung

TribunJateng.com/Dina Indriani
Wakapolres Batang, Kompol Aria didampingi Kasat Reskrim Batang, Budi Santoso menunjukkan barang bukti kasus penganiayaan saar konferensi pers di Polres Batang, Jumat (21/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Peristiwa tragis penganiayaan di acara hajatan di Dukuh Kebanyon Wetan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang mengakibatkan satu orang tewas pada Selasa tanggal 18 Agustus 2020 pukul 22.30 WIB.

Peristiwa itu berlangsung pada saat acara hiburan orgen tunggal dimulai, korban Anang Purnomo (33) yang saat itu tengah berjoget di atas panggung melarang kedua tersangka Basuki (56) dan Freddy (25) berjoget bersama biduan hingga terjadi cek-cok antar ketiganya.

Beberapa orang yang menyaksikan telah berusaha melerai, hingga ketiganya turun dari atas panggung.

VAST Entertainment Jelaskan Alasan Lee Jae Wook Belum Tes Seusai Heo Dong Won Positif Corona

Rich Brian Jumpa Najwa Shihab Takut Tak Lancar Bahasa Indonesia, Nonton Trailer AADC Dulu

Detik-detik Ustaz Insan Mokoginta Wafat saat Sholat Terekam Kamera, Banjir Doa Netizen, Ini Sosoknya

Wawan Duda yang Hamili dan Bawa Kabur Remaja 14 Tahun Ditangkap Polisi

Namun emosi korban dan kedua tersangka belum mereda dan keributan pun kembali terjadi di belakang panggung.

Hingga akhirnya, tersangka Basuki memecahkan botol kaca dan menusuk ke arah dada Anang hingga tersungkur.

Saat korban berdiri, tersangka Freddy menendang korban hingga masuk selokan.

Akibat kehabisan darah, Anang meninggal dunia saat hendak dibawa ke RSUD Batang.

Wakapolres Batang, Kompol Made Ariawan Budaya mengatakan tidak butuh waktu lama kurang dari 24 jam para tersangka berhasil dibekuk.

"Alasan dari kedua tersangka karena emosi lantaran korban tidak mengijinkan berjoget bersama-sama biduan di atas panggung," tuturnya saat konferensi pers, Jumat (21/8/2020).

Kompol Aria mengatakan kedua tersangka terancam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUhP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.

Satu di antara tersangka, Basuki yang merupakan warga Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara itu mengaku emosinya meluap saat korban mendorongnya dua kali.

"Saya kesal dan emosi karena didorong dua kali oleh korban, akibat luapan emosi sesaat itu saya ambil botol kaca dan menusuk korban, ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Freddy yang juga kesal akan perilaku korban.(din)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved