Breaking News:

Disbudpar Kota Semarang Tak Berikan Target Kunjungan Wisatawan, Ini Alasannya

Disbudpar Kota Semarang tidak memiliki target kunjungan wisatawan di Kota Semarang pada tahun 2020 ini.

Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, saat hadir dalam acara penyerahan bantuan golf car dari KPwBI Jateng kepada Komunitas Young Enterpreneur Success (YES), di Kota Lama Semarang, Rabu (18/12). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah masa pandemi covid-19, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tidak memiliki target kunjungan wisatawan di Kota Semarang pada tahun 2020 ini.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan pada tahun 2019 Disbudpar memiliki target 5,7 juta wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan realisasi hingga akhir tahun 2019 meningkat sebesar 7,3 juta wisatawan. 

“Berkaca dari capaian kunjungan wisatawan pada tahun 2019 lalu, sebenarnya di awal tahun 2020 ini kami memiliki target sebesar 7,8 juta wisatawan dengan lebih berfokus kepada kualitas lama tinggalnya wisatawan tersebut di Kota Semarang. Namun karena sekarang sedang ada pandemi kami tidak berani menargetkan hal tersebut,” ucap wanita yang akrab disapa Iin kepada Tribun Jateng, Jumat, (21/8/2020). 

Mengingat di tahun ini terdapat pandemi covid-19, Iin menuturkan Disbudpar Kota Semarang lebih memiliki target untuk menggerakkan roda perekonomian di sektor pariwisata terlebih dahulu, yang sempat terhenti akibat adanya pandemi. 

“Saat ini kami lebih fokus kepada bagaimana roda perekonomian di masing-masing destinasi pariwisata ini bisa bergerak kembali, dengan fokusnya baik wisatawan dan pengelola aman,” katanya. 

Ia pun tidak ingin destinasi pariwisata yang ada di Kota Semarang menjadi cluster baru penyebaran covid-19. 

Lanjutnya, saat ini ia juga lebih fokus kepada wisatawan lokal dengan sasarannya wisatawan berskala kecil. 

Adapun untuk destinasi pariwisata yang sudah mulai beroperasi juga dikatakan Iin belum sepenuhnya ramai, dikarenakan masih banyaknya wisatawan yang was-was untuk kembali berwisata. Disamping itu, destinasi pariwisata yang sudah buka pun juga menerapkan pembatasan untuk jumlah kunjungan wisatawan. 

Menurutnya, hingga saat ini sudah 80 persen destinasi pariwisata di Kota Semarang yang mengajukan surat rekomendasi untuk beroperasi kembali. 

Iin menambahkan bagi para pengelola destinasi pariwisata maupun yang bergerak di industri pariwisata di Kota Semarang dapat mengajukan surat rekomendasi kepada Disbudpar untuk beroperasi. Nantinya Disbudpar akan meninjau terlebih dahulu untuk kesiapan destinasi pariwisata tersebut. 

Adapun ditengah masa adaptasi kebiasaan baru ini, Iin mengatakan wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang dapat mengunjungi destinasi pariwisata diantaranya seperti Kota Lama, Lawang Sewu, Grand Maerokoco, Goa Kreo, Sam Poo Kong, Semarang Zoo, dan lain sebagainya. 

“Saat ini dari Disbudpar lebih mengimbau pemanfaatan digital kepada para pengelola destinasi pariwisata sebagai langkah untuk promosi maupun berkomunikasi dengan masyarakat,” tandasnya. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved