Kim Yo Jong Resmi Jadi Penguasa Kedua di Korut

Kim Jong Un telah menyerahkan otoritas tingkat tinggi kepada adik perempuannya Kim Yo Jong.

Editor: Vito
ISTIMEWA
Kim Yo Jong, penguasa kedua Korut. 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Jun menjadikan adiknya Kim Yo Jong sebagai orang berkuasa kedua di negara tersebut. Kim Yo Jong mendapat mandat khusus.

Dilansir dari The Guardian Jumat (21/8), agen mata-mata Korea Selatan menyatakan Kim Yo Jong akan bertanggung jawab atas hubungan dengan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu juga dibenarkan pejabat intelijen Korsel.

Anggota parlemen Korsel yang duduk di komite majelis intelijen nasional, Ha Tae-keung menuturkan, Kim Yo Jong membantu menjalankan rezim dengan restu saudara laki-lakinya. Ia menyebut, Kim Jong Un telah menyerahkan otoritas tingkat tinggi kepada adik perempuannya.

Nama Kim Yo Jong santer diberitakan sejak menemani saudara laki-lakinya ke konferensi tingkat tinggi ( KTT) nuklir 2019 dengan Presiden AS Donald Trump di Vietnam.

"Intinya adalah Kim Jong Un masih memegang kekuasaan absolut. Tetapi (kali ini) telah menyerahkan lebih banyak kewenangannya dibandingkan dengan masa lalu," helasnya, setelah briefing tertutup dengan dinas intelijen nasional Korsel.

Ha menyatakan, Kim Yo Jong secara 'de facto' adalah orang kedua. Menurut dia, Kim Jong Un juga telah mendelegasikan sejumlah wewenang pengambilan keputusan atas kebijakan ekonomi dan militer kepada pejabat senior lain.

Ia berspekulasi bahwa langkah tersebut mungkin dimaksudkan untuk mengurangi tingkat stres pada Kim dan memungkinkan dia untuk menghindari kesalahan atas kegagalan apa pun.

Baru-baru ini, tingkat stres Kim Jong Un menjadi subjek rumor tentang kesehatannya. Ha mengungkapkan, meski Kim Yo Jong diberi wewenang yang sangat penting, tidak ada tanda-tanda Kim Yo Jong akan mengganti Kim Jong Un.

Dia menambahkan, Kim Jong Un juga tidak dilaporkan mengalami pemburukan pada kesehatannya. Laporan tersebut muncul setelah Kim Jong Un menyerukan kongres luar biasa dari Partai Buruh yang berkuasa pada Januari untuk menyusun rencana 5 tahun yang baru.

Dilaporkan kantor berita milik pemerintah Korut, KCNA, pada pertemuan politbiro partai pada Rabu (18/8), Kim Jong Un mengakui, ada tantangan tak terduga dan tak terhindarkan dalam berbagai aspek dan situasi di kawasan sekitar semenanjung Korea.

Dengan sangat lugas, partai tersebut menyimpulkan bahwa tujuan untuk meningkatkan ekonomi nasional telah tertunda secara serius, dan standar hidup belum meningkat secara luar biasa. Selain itu, pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington di Hanoi pada Maret 2019 berakhir tanpa kesepakatan. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved