Breaking News:

Stikes Telogorejo Semarang

Kupas Tuntas Nursing Diagnostic Respiratory Disorders Covid-19

Sampai saat ini berita tentang covid-19 masih menjadi perhatian utama di semua negara.

IST
Ilustrasi 

Oleh Suksi Riani
Stikes Telogorejo Semarang

PANDEMI Covid-19 menjadi trending topic di seluruh dunia. Sampai saat ini berita tentang Covid-19 masih menjadi perhatian utama di semua negara. Supaya selaluk waspada dan tetap siaga menghadapi Covid-19 yang belum ditemukan obat dan vaksinnya.

Virus corona ini menjangkit kurang lebih 210 negara di dunia dengan kasus terbanyak di Amerika Serikat. Penyebaran Covid-19 ini terjadi cepat dan meluas karena dapat menular melalui droplet dan kontak manusia dengan manusia.

Tanda dan gejala klinis pasien yang terjangkit virus ini sudah diketahui oleh semua orang di dunia yaitu batuk kering, demam, sesak napas, fatigue dan badan lemas. Kategori tingkat kasus yang diderita pasien berbeda-beda yaitu kasus ringan, sedang, berat dan kritis. Penatalaksanaan asuhan keperawatan untuk mengatasi tanda dan gejala yang muncul pada pasien sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditegakkan.

Penetapan diagnosa keperawatan pada kasus ini perlu perawat pertimbangkan dengan tepat dan benar. Penetapan diagnosis keperawatan yang saat ini di publikasikan oleh PPNI menggunakan pedoman Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI).

Penggunaan SDKI saat ini terus di publikasikan melalui seminar dan workshop Satgas Covid-19 PPNI. Kategori diagnosa keperawatan dalam SDKI meliputi aktual, resiko dan promosi kesehatan.

Berdasarkan tanda dan gejala yang timbul pada pasien covid kita bisa menganalisa diagnosa keperawatan apa saja yang bisa ditegakkan pada pasien ini. Tanda klinis batuk tidak efektif bisa kita tegakkan diagnosa keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi.

Tanda klinis sesak napas bisa kita tegakkan diagnosa keperawatan pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas. Selain itu tanda sesak napas bisa juga ditegakkan diagnosa gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus-kapiler.

Penetapan prioritas diagnosa keperawatan gangguan sistem pernapasan kadang terbalik dan kurang tepat antara bersihan jalan napas, pola napas tidak efektif dan gangguan pertukaran gas. Untuk mengatasi hal tersebut kita sebagai perawat membutuhkan kemampuan yang lebih untuk menganalisa data hasil pengkajian dengan tepat mulai dari keluhan utama, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pengkajian pola kesehatan dan pemeriksaan penunjang lain.

Lalu apakah semua perawat sudah menggunakan SDKI untuk menetapkan diagnosa keperawatan? Tentu belum semua menggunakan karena beberapa pelayanan masih menggunakan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit.

Perlu adanya pelatihan untuk perawat dalam menggunakan SDKI, SLKI dan SIKI serta perubahan standar yang di sepakati oleh seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia. Selain itu pengelola keperawatan harus melakukan pengarahan dan monitoring apakah asuhan keperawatan sudah mencapai peningkatan mutu asuhan keperawatan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved