Breaking News:

Pilkada Kendal 2020

Tinggalkan Petahana Mirna, Dico Diusung Golkar dan Demokrat Nyalon Bupati di Pilkada Kendal 2020

Politikus Partai Golkar, Dico Ganinduto awalnya berniat maju sebagai calon wakil bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kendal.

Tangkapan layar IG Demokrat
Dico Ganinduto (kedua kiri) dan Windu Suko Basuki (kiri) menerima rekomendasi dari Ketua Umum Partai Demokrat, AHY (tengah). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Politikus Partai Golkar, Dico Ganinduto awalnya berniat maju sebagai calon wakil bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kendal.

Ia ingin mendampingi bupati petahana, Mirna Annisa.

Keinginan Dico itu pun diamini DPD Partai Golkar Jawa Tengah yang pernah menyatakan akan mengawal kadernya di pilkada Kendal tersebut.

Puluhan Orang Jemput Paksa Jenazah Corona, Kini 12 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Preman Kampus Pukul Satpam Saat Ditegur Tak Pakai Masker dan Pakai Sandal Jepit, Berakhir Begini

Kacamata Mahatma Gandhi Terjual Rp 5 Miliar

Pernyataan Resmi Nella Kharisma Mengaku Sudah Berpacaran dengan Duda Dory Harsa, Segera Menikah?

Berjalannya waktu, santer terdengar suami dari artis Chacha Frederica terebut malah mendapatkan restu dari partainya dan Partai Demokrat untuk maju sebagai calon bupati.

Ia didampingi kader Partai Demokrat, Windu Suko Basuki. Wakil Bendahara DPW Partai Demokrat Jateng tersebut bersama Dico sudah mengantongi rekomendasi dari Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Awalnya memang benar (Dico) ingin berpasangan dengan Mirna.

Tetapi, dalam perkembangan politik, kelihatannya keduanya kurang ada ketidak cocokan, belum ada chemistry," kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jateng & DIY DPP Partai Golkar, Iqbal Wibisono, Minggu (23/8/2020).

Menurutnya, partai harus menghormati keinginan individu.

Partai hanya mengantarkan saja, selebihnya dikembalikan ke individu meskipun ada garis- garis partai yang harus diperjuangkan.

"Namanya perkembangan politik kan dinamis.

Tentu saja ada pilihan, partai punya garis, kemudian respon dan keinginan masyarakat berbeda.

Termasuk juga keinginan individu untuk membangun Kendal lebih bagus," tandasnya.

Ketika ditanya terkait pasangan Dico- Windu Suko Basuki yang bukan merupakan warga asli Kendal, Iqbal menegaskan bahwa saat ini domisili pasangan calon tidak penting.

Asalkan punya tekad untuk membangun Kendal lebih bagus, menurutnya, tempat tinggal tidak lah penting.

Ia memberikan contoh Jokowi yang mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dan berhasil terpilih.

Apakah tidak takut masyarakat akan apatis terhadap pasangan calon yang berasal dari luar Kendal?

Iqbal mengatakan sudah ada hitung- hitungan dari pasangan ini.

"Pak Dico maupun Pak Basuki mestinya sudah ada obrolan dengan timsesnya.

Punya penasehat politik. Pasti sudah mempertimbangkan," imbuhnya.

Pasangan ini diusung Golkar dan Demokrat yang memiliki enam kursi di DPRD Kendal.

Berarti jika kandidat ini ingin terus maju sebagai calon bupati- wakil bupati harus mengantongi tiga kursi lagi.

Seperti diketahui, pasangan calon dari partai politik di Kendal berdasarkan aturan harus diusung partai atau gabungan partai minimal 9 kursi di legislatif.

"Karena belum cukup kursi, partai telah memerintahkan kepada keduanya (Dico-Basuki) untuk mencari tiga kursi lagi sehingga total sembilan.

Insyaallah sebelum 4 September (pendaftaran calon) sudah terkumpul.

Tapi untuk saat ini saya belum dapat informasi partai mana lagi yang akan bergabung," katanya.(mam)

Viral Pria Magelang Hilang di Hutan Bambu Seusai Mandi di Sungai, Hanya Bisa Dilihat Ibunda

Respons Bupati Soal Pembunuhan Satu Keluarga di Baki Sukoharjo, Pelaku Jadi Joki Akun Ojol Korban

Dian Sastrowardoyo Puji MUA yang Sulap Penampilannya Jadi Jelek di Film Guru-guru Gokil

Pernyataan Resmi Nella Kharisma Mengaku Sudah Berpacaran dengan Duda Dory Harsa, Segera Menikah?

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved