Breaking News:

Alokasi Dana Jumbo Bisa Dihabiskan Hanya untuk Menggelar Rapid Test Pelajar SMA di Jateng

Penggunaan dana BOS di pandemi Covid-19 semkain fleksibel, bahkan Kemendikbud izinkan dana itu untuk rapid test.

Istimewa
Sejumlah warga yang ke RPH dan BPH menjalani rapid test 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggunaan dana BOS di tengah pandemi Covid-19 semkain fleksibel.

Bahkan Kemendikbud mengizinkan pemanfaatan dana BOS untuk menggelar rapid test untuk pelajar.

Hal itu sebagai tindak lanjut pembukaan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning.

Hingga kini hanya beberapa provinsi di Indonesia yang sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Sementara di Provinsi Jateng, Pemprov masih menimbang dan mewacanakan pembukaan pembelajaran tatap muka tersebut.

Jika rapid test untuk pelajar itu diterapkan, tentunya akan menyerap alokasi anggaran jumbo yang bersumber dari dana BOS.

Menurut Plt Kepala Disdikbud Provinsi Jateng, secara resmi di wilayah Jateng belum ada pembukaan pembelajaran secara langsung.

"Kami masih mendatanya, kalau secara resmi belum ada yang menggelar pembelajaran tatap muka," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (24/8/2020).

Diketahui di Jateng terdapat 208 ribu lebih pelajar tingkat SMA, total tersebut belum ditambah dengan pelajar SD dan SMP.

Dengan biaya rapid test Covid-19 yang mencapai Rp 150 ribu, tak khayal dana mencapai Rp 31 miliar lebih harus dikeluarkan hanya untuk sekali rapid test untuk pelajar tingkat SMA di Jateng.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved