Breaking News:

Universitas Nasional Karangturi

Inovasi Produk Pangan dari Kopi

Inovasi pangan dengan fortifikasi kopi sebagai contoh adalah mie atau pasta kopi, keripik kentang kopi, selai kopi, pudding kopi, brownis kopi

IST
Paulus Damar Bayu Murti SKel MSc MSi, Dosen Teknologi Pangan Unkartur Semarang 

Oleh Paulus Damar Bayu Murti SKel MSc MSi
Dosen Teknologi Pangan Unkartur Semarang

INDONESIA terkenal dengan mega diversity country karena memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah dan juga keanekaragaman hayati yang tinggi. Didukung dengan luas permukaan laut dan perkebunan yang cukup besar. Hingga saat ini, diinformasikan bahwa perkebunan Indonesia memiliki luas sebesar 16,4 juta ha.

Ada beberapa komoditas unggulan perkebunan di Indonesia diantaranya adalah cengkeh, tebu, teh, karet, biji kopi, tembakau dan kelapa sawit. Salah satu dari komoditas unggulan itu yang menjadi pusat perhatian publik saat ini adalah biji kopi.

Kita patut berbangga karena Indonesia penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Tanggal 11 Maret adalah peringatan hari kopi nasional di Indonesia. Sumberdaya alam Indonesia sangat potensial untuk dimanfaatkan di beberapa aspek seperti pengolahan pangan, dan juga obat-obatan farmasi.

Inovasi produk pangan adalah proses untuk menciptakan suatu produk pangan baru yang sudah ada demi meningkatkan nilai ekonomis penjualannya. Kopi adalah salah satu bahan pangan lokal yang menjadi primadona saat ini karena minat masyarakat yang tinggi untuk mengkonsumsinya.

Inovasi produk minuman kopi kerap kali sudah dilakukan oleh para barista (peracik kopi di belakang meja), dengan mencampurkan coklat, susu, karamel, gula aren, matcha, strawberry, dan juga kunyit serta jahe. Tak heran untuk konsumsi minuman kopi di era New Normal karena pandemik dari virus SARS COV-2 atau biasa disebut dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) cenderung meningkat demi menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh kita untuk menangkal virus tersebut.

Namun pernahkah kita mendengar atau melihat sendiri produk inovasi pangan dari kopi? Lebih lanjut akan dijelaskan beberapa inovasi pangan yang tercipta dengan penambahan bahan pangan lokal seperti kopi.

Inovasi pangan dengan fortifikasi kopi sebagai contoh adalah mie atau pasta kopi, keripik kentang kopi, selai kopi, pudding kopi, brownis kopi, pie susu kopi, bolu kukus kopi, pizza kopi, stik ubi kopi, lapis legit kopi dan masih banyak lagi yang bisa kita buat dari penambahan kopi untuk diversifikasi produk pangan yang ada di masyarakat.

Sebagai contoh, berikut cara membuat mie kopi. Siapkan bahan lebih dahulu, 150gr tepung terigu, sedikit garam, 70 ml larutan kopi hitam. Cara membuatnya dengan mencampurkan tepung, garam dan air kopi uleni hingga kalis, kurang lebih 5 menit. Diamkan adonan selama 10 menit dengan ditutup serbet.

Bagi adonan menjadi 2, lalu gilas dengan rolling pin hingga tipis sesuai selera ketebalannya kemudian taburi dengan terigu agar mie tidak saling menempel. Gulung adonan mie nya, potong tipis-tipis lalu buka gulungan mie, jadilah mie kopi siap dimasak goreng maupun kuah.

Pada prinsipnya, kopi baik berupa cairan ataupun bubuk dapat ditambahkan dalam pengolahan pembuatan produk pangan atau dijadikan seperti saus. Tinggal disesuaikan aja mengenai komposisi yang dapat mempengaruhi segi rasa untuk menggugah selera dari konsumen. Pastinya produk inovasi pangan dari kopi ini mampu menjadi daya tarik tersendiri dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari suatu produk pangan yang sudah ada.

Biji kopi yang terkenal di Indonesia adalah kopi Arabika, Robusta dan Liberika. Bentuk biji kopi arabika agak memanjang, pipih dan ukuranya cukup besar. Sedangkan biji kopi robusta bentuknya sedikit membulat, terlihat padat, ukurannya lebih kecil dari arabika, tekstur lebih kasar jika dibandingkan biji kopi arabika yang halus. Dikarenakan memiliki bentuk dan struktur biji kopi yang berbeda satu dengan lainnya membuat kedua jenis kopi ini pun memerlukan teknik roasting yang berbeda pula.

Terdapat beberapa manfaat yang akan kita peroleh jika mengkonsumsi inovasi produk pangan dari kopi seperti mengurangi stress, meningkatkan memori otak, meningkatkan kinerja dan performa, mencegah Parkinson. Kopi mengandung kafein dan juga senyawa antioksidan yang tinggi. Senyawa antioksidan ini dapat berfungsi untuk menangkal radikal bebas, seperti kanker, diabetes dan penurunan respon imun.

Menurut penelitian Sukohar dkk. (2012), ekstrak biji air kopi robusta dapat mencegah kerusakan gambaran degenerasi sel hati. Kopi dan senyawa yang terkandung di dalamnya dapat menunjang kesehatan tubuh manusia, jika dikonsumsi dengan tepat sesuai porsinya.

Diversifikasi pangan dari kopi sangat besar peluang dan manfaatnya di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, mari mulai dari sekarang kita cintai dan manfaatkan bahan-bahan pangan lokal yang ada di Indonesia untuk berinovasi dalam pengolahan produk pangan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved