Breaking News:

Bripda Sindhy, Polwan Cantik yang Sudah Puluhan Kali Merebut Juara Karate

Di balik parasnya yang ayu, siapa sangka, rupanya Polwan satu ini memiliki segudang prestasi di bidang olahraga karate.

Bripda Sindhy, Polwan Cantik yang Sudah Puluhan Kali Merebut Juara Karate
Istimewa
Bripda Sindhytyas Putri Vedhayana

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di balik parasnya yang ayu, siapa sangka, rupanya Polwan satu ini memiliki segudang prestasi di bidang olahraga karate.  Polisi yang sehari-hari berdinasi di Bidpropam Polda Jateng ini yakni Bripda Sindhytyas Putri Vedhayana.

Gadis kelahiran 21 November 1996 ini sudah puluhan kali merebut juara pada kompetisi karate di berbagai tingkatan. Terakhir dia berhasil menyabet dua medali emas sekaligus dan satu perak dalam Kejurnas Wadokai Karatedo 2019 di Pasar Minggu Jakarta.

Apa yang dicapai saat ini bukanlah hal yang secara instan didapatkannya. Di bidang karate, Sindhy begitu dia akrab disapa, sudah menekuni olahraga karate sejak dia masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Seneng saja waktu masih kecil latihan karate,” ucap Sindhy.

Bak gayung bersambut, kesukaannya akan karate sejak kecil mendapat dukungan penuh dari orangtuanya. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab ayah Sindhy tidak lain juga seorang atlet.

“Ayah itu altet sepak bola, jadi pahamlah apa yang harus dikembangkan pada anaknya yang juga suka olahraga,” kata dia.

Kini Sindhy tidak hanya menyandang predikat sebagai atlet. Sejak 2016 dia tergabung dalam keluarga besar Polri. Meski di tengah kesibukannya sebagai Polwan, dia masih menyempatkan diri untuk latihan karate.

“Saat pandemi latihannya mandiri atau latihan sendiri,” katanya.

Dalam PON 2021 di Papua nanti dia harus mewakili Jawa Tengah dalam cabang karate setelah sebelumnya dia merebut juara dua dalam prakualifikasi PON pada November 2019 di Senayan.

Tampil di ajang pesta olahraga nasional ini, kata dia, merupakan hal yang sangat dinanti. Sebab, pada PON 2016 di Jawa Barat kesempatannya untuk tampil gagal lantaran dia lebih memilih mengikuti pendidikan sebagai Polwan. Baginya, polisi adalah ladang pengabdian yang sudah dicita-citakan sejak kecil.

“Pada 2015 saya mengundurkan diri saat persiapan prakualifikasi PON. Ternyata ini ada kesempatan lagi untuk ikut PON,” kata dia.

Sebagai Polwan maupun sebagai atlet karate, bagi Sindhy tidak ada hal yang bertolak belakang. Baginya baik di kepolisian maupun di bidang karate, masing-masing memiliki nilai yang bisa menjadi pegangan dalam hidup.

“Nilai-nilai baik di kepolisian maupun karate yang bisa jadi pegangan yakni kejujuran dan kedisiplinan,” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved