Breaking News:

Pendidikan

Kajian Pertanian Organik Antar Supriyono Raih Gelar Doktor

Dr Supriyono Asfawi, dosen Udinus mengangkat disertasi bertema pertanian organik, dalam ujian terbuka promosi doktor UNS Surakarta.

ISTMEWA
Supriyono Asfawi, dosen di Fakultas Kesehatan Udinus, berhasil mempertahankan disertasinya di Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. 

SEMARANG, TRIBUN - Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang kini memiliki doktor ilmu kesehatan lingkungan.

Doktor tersebut adalah Supriyono Asfawi yang merupakan dosen di Fakultas Kesehatan Udinus, berhasil mempertahankan disertasinya di Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Keberhasilan Dr Supriyono Asfawi ini pun disambut gembira dan apresiasi oleh staf pengajar Udinus lainnya.

Rektor Udinus, Prof Edi Noersasongko berharap keberhasilan Supriyono Asfawi menyandang gelar doktor ini bisa diikuti para dosen lainnya.

“Untuk memantapkan visi dan misi Udinus, kami akan terus menambah kualitas tenaga pengajar. Salah satunya dengan menugaskan para dosen mengikuti jenjang pendidikan lebih tinggi," tuturnya kepada Tribun Jateng, Rabu (26/08/2020).

Dia berharap, semoga dengan bertambahnya satu lagi doktor, bisa menjadi motivasi bagi tenaga pengajar lainnya untuk meningkatkan ilmu dan juga menambah kepercayaan masyarakat.

Dalam disertasinya, Dr Supriyono Asfawi mengangkat judul Kajian Komparasi Valuasi Biaya dan Manfaat Budidaya Pertanian Hortikultura Organik dan Konvensional, (Tinjauan: Ekonomi, Lingkungan, dan Kesehatan).
Disertasi tersebut ia angkat dikarenakan melihat kondisi lingkungan pertanian yang semakin hari semakin berkurang kualitas tanahnya.

Hal itu diakibatkan pertanian yang masih banyak menggunakan bahan non-organik (kimia sintetis).
Dia menjelaskan, para petani beranggapan biaya untuk pertanian organik itu lebih mahal, sehingga sulit untuk merubah kebiasaan dari petani konvensional ke organik.

Menurutnya melalui disertasi yang ia rancang, diharapkan mampu menjadi penentu kebijakan merekomendasikan pertanian yang berkelanjutan yakni secara organik.

“Saya melihat dari data disertasi ini, biaya produksi maupun hasil dari pertanian organik lebih menjanjikan dan tentunya ramah lingkungan,” jelasnya.

Ia juga berencana berkonsentrasi pada bidang lingkungan dengan bergabung dengan Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (Inkalindo) dan juga melaksanakan secara penuh Tri Dharma perguruan tinggi sebagai dosen.

Dia berharap, ke depan, mampu bersama Udinus mengembangkan bidang kajian untuk lingkungan di Indonesia.
“Saya melihat kondisi lingkungan sekarang kalau dibiarkan tanpa perencaan akan memberikan dampak yang merugikan bagi generasi yang akan datang. Melalui keilmuan yang saya miliki sekarang ini, ke depannya mampu memberikan kontribusi lebih bagi pelestarian lingkungan di Indonesia,” harapnya. (m sholekan)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved