Breaking News:

Berita Kudus

Makanan yang Dijualnya Kedaluwarsa, Pedagang Oleh-oleh di Kudus Rugi Puluhan Juta ‎

Jika dihitung, nilai barang-barang yang kedaluwarsa tersebut bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta

TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Pedagang oleh-oleh menunjukkan jenang dan dodol yang harus dibuang karena tak laku terjual sejak pandemi berlangsung di Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus, Rabu (26/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah pedagang oleh-oleh mengalami kerugian puluhan juta setelah Terminal Wisata Bakalan Krapyak tutup selama enam bulan sejak pandemi virus corona.

Slamet Riyanto (52), pemilik toko oleh-oleh Pak Brong‎, menceritakan kerugian dialaminya karena banyak barang jualannya yang kedaluwarsa.

Jika dihitung, nilai barang-barang yang kedaluwarsa tersebut bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta.

Pelaku Bunuh 1 Keluarga di Baki Sukoharjo Tepat saat Jatuh Tempo Utang, 2 Barang Ini yang Diincar

Duda & Janda Cantik Asal Semarang Digerebek di Kos, Ngaku Pasutri Ternyata Baru Kenal di MiChat

Punya Ilmu Kebal, Kasim Sempat Tertawa saat Tubuhnya Tak Mempan Dibacok Andi

Promo Indomaret Terbaru 26 Agustus-1 September 2020, Diskon Gajian, Ini Daftar Lengkapnya

Duda & Janda Cantik Asal Semarang Digerebek di Kos, Ngaku Pasutri Ternyata Baru Kenal di MiChat

"Kalau ditaksir lebih dari Rp 10 juta, barang-barang yang nggak bisa dijual lagi. Nanti akan saya buang semua," ujar dia.

Beberapa produk yang rusak tersebut di antaranya dodol, jenang, wajik, intip, dan kerupuk-kerupuk lainnya.

‎Menurutnya, masa tahan lama makanan yang dijual tersebut berkisar satu sampai tiga bulan saja.

‎"Dodol sudah ada yang keras, baunya juga tengik. Biasanya tahan satu sampai tiga bulan. Tapi kemarin tutup sampai enam bulan," ujar dia.

Sebagian produk bisa ditukar kepada produsennya, tetapi sebagian lainnya menjadi risiko sepenuhnya.

Makanya dia membutuhkan modal sedikitnya Rp 20 juta untuk bisa memulai berjualan pasca dibukanya kembali Terminal Wisata Bakalan Krapyak pada Selasa (25/8/2020) malam kemarin.

"Sekarang ini sudah buka lagi, tapi saya butuh buat modal Rp 20 juta ‎lagi," ujar Warga Soco, Dawe, Kabupaten Kudus.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved