Breaking News:

Mandiri Syariah Cetak Laba Rp 719 M Semester I 2020

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari menyampaikan Mandiri Syariah berhasil membukukan laba bersih Rp 719 miliar per Juni 2020

tribunnews/kontan
Mandiri Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 719 miliar per Juni 2020 naik signifikan 30,53 persen 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berhasil mencatatkan kinerja yang solid dan pertumbuhan positif selama semester I 2020 (audited). Indikator bisnis Mandiri Syariah secara keseluruhan seperti aset, dana pihak ketiga (DPK), pembiayaan dengan kualitas baik, margin, fee based income (FBI) serta laba naik secara signifikan.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni EB Subari menyampaikan fokus strategi yang customer centric dan customer solutions berhasil menopang kinerja Mandiri Syariah selama pandemi dan mencatatkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan.

“Mandiri Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 719 miliar per Juni 2020 naik signifikan 30,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ditopang pendapatan margin dan FBI yang antara lain disumbang dari layanan digital,” ungkapnya dalam siaran pers tertulisnya, Rabu, (26/8/2020).

Laba yang berhasil dibukukan Mandiri Syariah juga ditopang oleh keberhasilan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang mendorong peningkatan aset dan komposisi low cost fund, juga keberhasilan dalam menurunkan angka non performing financing (NPF) dan penyaluran pembiayaan secara selektif dan berkualitas.

Lebih lanjut Direktur Finance, Strategy dan Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho mengatakan hingga akhir Juni 2020, Mandiri Syariah telah mencatat dana pihak ketiga (DPK) di angka Rp 101,78 triliun, mengalami pertumbuhan 16,52 persen dari Rp 87,36 triliun per Juni 2019. Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai hingga 57,93 persen yang dikontribusi oleh pertumbuhan tabungan sebesar 72,11 persen dari total low cost fund.

Pertumbuhan DPK tersebut juga mendorong aset Mandiri Syariah per akhir Juni 2020 mencapai Rp 114,40 triliun atau naik 13,26 persen dari Juni 2019 yang sebesar Rp 101,01 triliun. Pencapaian ini memperkuat posisi Mandiri Syariah sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

Sementara itu dari sisi pembiayaan sampai dengan akhir Juni 2020 tercatat sebesar Rp 75,61 triliun, tumbuh 5,8 persen dari Juni 2019 yang sebesar Rp 71,47 triliun.

“Kami sadar kualitas pembiayaan menjadi challenge dalam masa pandemi ini, untuk itu kami mempertebal cadangan kami sebagai antisipasi risiko. Sampai dengan Juni 2020, non performing financing (NPF) mengalami perbaikan, di mana NPF Net dari 1,21 persen per Juni 2019 menjadi 0,88 persen per Juni 2020. Sementara, NPF Gross turun dari 2,89 persen di Juni 2019 menjadi 2,57 persen per Juni 2020,” tutur Cahyo.

Manajemen Mandiri Syariah mengakui selama masa pandemi terjadi shifting cara transaksi dari transaksi di cabang menjadi transaksi digital, sehingga transaksi Mandiri Syariah Mobile (MSM) dan Internet Banking Mandiri Syariah meningkat signifikan.

“Fee based income (FBI) layanan digital naik signifikan 35,83 persen, dari Rp 107,87 miliar per Juni 2019 menjadi Rp 146,52 miliar pada Juni tahun ini. Kontribusi FBI layanan digital terbesar datang dari mobile banking yang melonjak 65,38 persen yoy dari Rp 17,29 miliar per Juni 2019 menjadi Rp 28,60 miliar per Juni 2020,” terangnya.

Hingga Juni 2020, user dan transaksi melalui MSM juga terus naik mencapai 1,25 juta user, naik 93,89 persen year on year dengan jumlah transaksi melonjak hingga 19,49 juta transaksi. Termasuk transaksi buka rekening online (burekol), inovasi pembukaan rekening online pertama yang dimiliki bank syariah di Indonesia ini mencatat kenaikan yang signifikan dengan 18.000 pembukaan rekening per bulan. Angka ini juga menunjukkan bahwa sebanyak 36 persen nasabah baru melakukan pembukaan rekening secara online.

Adapun sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan umat, Mandiri Syariah telah menyalurkan beberapa bantuan Covid-19 diantaranya 2.500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 100 ribu masker kepada 105 rumah sakit rujukan Covid-19, 26.600 paket bahan pangan kepada masyarakat terdampak Covid-19, 3 ton beras sehat kepada panti asuhan, dan lain sebagainya. (ute)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved