Breaking News:

Alhamduliah, Ijazah Sabila dan Hasana yang Sempat Tertahan Diserakan Langsung Oleh Kepala Sekolah

Senang bercampur haru dirasa oleh Sabila siswi SMA negeri asal Kota Pekalongan.

Istimewa
Hasana saat didatangi oleh pihak sekolah untuk menyampaikan ijazah yang sempat tertahan, Rabu (26/8/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Senang bercampur haru dirasa oleh Sabila siswi SMA negeri asal Kota Pekalongan.

Pasalnya ijazah yang sempat tertahan di sekolah, akhirnya diserahkan secara langsung oleh kepala sekolah ke rumah Sabila, yang terletak di Padukuhan Kraton Pekalongan Timur.

Diterangkan Sabila kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telpon, pihak sekolah medatangi rumahnya pada, Rabu (26/8) malam.

"Usai beberapa wartawan menghubungi saya pada siang hari, malam harinya kepala sekolah dan beberapa guru datang ke rumah untuk menyerahkan ijazah," katanya, Kamis (27/8/2020).

Sabila sempat terkejut saat pihak sekolah menyambangi rumahnya pada malam hari.

"Saya kira ada apa, ternyata kepala sekolah langsung menyerahkan ijazah ke saya, senang sekali rasanya," ujarnya.

Diterangkan Sabila, tak hanya ijazahnya, Ijazah teman-temannya yang sempat tertahan juga diberikan secara langsung.

"Beberapa ada yang diberikan langsung, sementara lainya disuruh ke sekolah karena belum cap tiga jari," tuturnya.

Sabila pun menyatakan lega, karena hasil kelulusan berupa ijazah sudah ada di tangannya.

"Saya semangat lagi jadinya, karena beberapa waktu lalu saya kebingungan saat melamar kerja dan ditanya ijazah asli, karena saya hanya menbawa Surat Keterangan Lulus (SKL). Esok saya akan melamar kerja lagi dan membawa ijazah asli ini," paparnya.

Sementara itu, Hasana rekan satu sekolah Sabila, yang ijazahnya juga sempat tertahan beberapa waktu lalu, turut bersuka cita.

"Saya belum cap tiga jari jadi harus ke sekolah untuk mengambil ijazah. Memang pihak sekolah datang ke rumah Rabu malam, namun saya tetap harus ke sekolah untuk melakukan cap tiga jari. Rasanya senang sekali karena ijazah sudah ada di tangan," tambahnya.

Adapun beberapa waktu lalu, ijazah kedua siswi asal Kota Pekalongan itu sempat ditahan oleh pihak sekolah.

Hal itu karena orang tua Sabila dan Hasana belum melunasi uang gedung yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved