Breaking News:

KPU Demak Sebut Ada Kekeliruan Rekap Data Perbaikan Proses Coklit

Ketua KPU Demak Bambang Setya Budi mengatakan data rekap yang dikeluarkan Bawaslu Demak banyak yang tak akurat.

TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Kantor KPU Demak 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK- Ketua KPU Demak Bambang Setya Budi mengatakan, data rekap yang dikeluarkan Bawaslu Demak terkait ketidakpatuhan KPU dalam prosedur coklit banyak yang tidak akurat.

Menurutnya, hasil temuan tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan verifikasi faktual.

Dia mencontohkan, di Desa Bedono RT 04/05, Kecamatan Sayung dalam rekomendasi Bawaslu ada rumah yang tidak ditempeli kosong.

"Padahal rumahnya kosong karena pemiliknya sudah meninggal," jawabnya.

Tak hanya itu, hasil tindak lanjut rekomendasi Bawaslu Demak, KPU Demak juga menemukan lagi data rekomendasi Bawaslu yang tidak akurat.

Di Desa Batusari, Kecamatan Mranggen, kata Bambang, berdasarkan saran perbaikan Bawaslu ada 5 rumah yang belum dicoklit.

"Hasil tindak lanjut, ternyata bukan penduduk setempat," terangnya.

Dari hasil tindak lanjut tersebut, Bambang menjelaskan tidak bisa menindaklanjuti saran Bawaslu karena datanya tidak valid.

Namun, untuk saran yang datanya akurat, pihaknha akan menindaklanjuti karena itu bagian dari penyempurnaan coklit.

"Ada kekeliruan dalam rekap perbaikan dan sudah dilakukan pembetulan oleh KPU Demak dan sudah dikoordinasikan kepada Bawaslu," tandasnya.

Untuk diketahui, Bawaslu Demak merilis rekap ketidakpatuhan KPU Demak dalam prosedur coklit.

Dalam rekap tersebut, Bawaslu mencatat Belum dicoklit 65, tidak ditemukan stiker 169, stiker kosonh 20, stiker tidak tanda tangan lengkap 166, jauh dari TPS 6, belum dicoklit ditempel stiker. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved