Breaking News:

Segmen Pasar Logistik Jadi Acuan Bisnis Mobil Komersial Tahun Ini

Tren bisnis jasa pengantaran dan pengiriman menyebabkan permintaan truk di sektor usaha kendaraan niaga terus merangkak naik.

Segmen Pasar Logistik Jadi Acuan Bisnis Mobil Komersial Tahun Ini
Truk_Kontainer

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sektor logistik bakal menjadi penyerap utama kendaraan niaga selama pandemi. Tren bisnis jasa pengantaran dan pengiriman menyebabkan permintaan truk di sektor usaha ini terus merangkak naik.

Duljatmono, Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), mengatakan, hal tersebut turut dipengaruhi tren belanja online saat periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan terus berlanjut hingga kini.

Menurut dia, tren belanja online itu tampaknya mempengaruhi lalu lintas barang industri logistik Tanah Air, yang tentunya membutuhkan armada berupa mobil atau truk komersil. "Untuk truk saja, saat ini porsi demand dari sektor logistik bisa sampai 55 persen, jadi memang lebih dominan," ujarnya, kepada Kontan, Selasa (25/8).

Sebelum pandemi, sebenarnya porsi sektor logistik terhadap demand truk juga tetap besar, yakni 50 persen, sedangkan di bawahnya mengekor sektor agribisnis, pertambangan, dan infrastruktur.

Meski hal itu merupakan peluang baik, Duljatmono menuturkan, secara umum pasar truk sampai dengan Juli 2020 masih mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.

Mengutip data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di tujuh bulan pertama 2020, volume penjualan truk mencapai 22.050 unit, atau turun 54 persen secara tahunan.

Adapun, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mulai mencatatkan pertumbuhan penjualan pada Juli 2020. Kenaikan penjualan itu ditopang sejumlah sektor yang masih tetap berjalan di tengah pandemi.

Melansir data Gaikindo, pada Juli 2020 Hino mencatatkan kenaikan penjualan 15,29 persen menjadi 731 unit dari Juni. Penjualan pada Juli itu juga naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan Mei sebanyak 251 unit.

Meski demikian, sepanjang periode Januari-Juli 2020 penjualan wholesales Hino tercatat minus 59,1 persen yoy menjadi 6.592 unit, akibat anjloknya penjualan pada April-Mei 2020.

Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo menyatakan penjualan Hino tumbuh pada Juli antara lain karena didukung sektor logistik. Menurut dia, meski sektor logistik tetap tertekan pandemi, penurunan yang terjadi tidak separah sektor lain seperti pertambangan.

"Selain itu kenaikan penjualan juga ditopang sektor plantation, dalam hal ini sawit dan juga tangki Pertamina yang juga tetap harus jalan di tengah pandemi corona sekalipun," jelasnya.

Meski telah mencatatkan kenaikan permintaan, Santiko belum bisa memproyeksikan target penjualan tahun ini. Menurut dia, penjualan kendaraan komersial sangat tergantung dari kondisi ekonomi dalam negeri.

Dengan kondisi itu, ia pun berharap pada kepiawaian pemerintah menjaga ekonomi Indonesia. "Sektor keuangan tentu sangat mempengaruhi penjualan kendaraan komersial, karena mayoritas pembelian truk lewat leasing," ujarnya. (Kontan/Agung Hidayat/Arfyana Citra Rahayu)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved