Breaking News:

70 Persen Bantuan Siswa Miskin di Jateng akan Dialokasikan ke Sekolah Swasta 

Pemprov Jateng akan merubah skema bantuan untuk siswa kurang mampu atau Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Istimewa
Plt Kepala Disdikbud Provinsi Jateng Padmaningrum, saat mengikuti seminar virtual bertema tarik ulur pembelajaran jarak jauh, Selasa (25/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng akan merubah skema bantuan untuk siswa kurang mampu atau Bantuan Siswa Miskin (BSM). 

Dalam skema tersebut pembiayaan sekolah swasta menjadi sasaran program BSM. Sekolah swasta akan mendapat alokasi BSM lebih besar dari pada sekolah negeri. 

Hal itu untuk meringankan beban sekolah swasta di tengah pandemi Covid-19.  Pasalnya ada anggapan dari masyarakat jika sekolah libur, maka tidak membayar biaya sekolah. 

Menurut Plt Kepala Disdikbud Provinsi Jateng, Padmaningrum, stikma tersebut menjadi beban sekolah swasta. 

"Karena sekolah swasta menganggu biaya operasional sendiri, termasuk gaji guru. Kalau tidak ada yang membayar gaji guru jiga tidak keluar," paparnya, Jumat (28/8/2020).

Untuk itu dikatakan Padmaningrum, bantuan untuk sekolah swasta sangat perlu diberikan. 

"Tak bisa dipungkiri sekolah swasta ikut mencerdaskan bangsa, maka mereka juga berhak dibantu, apa lagi di tengah pandemi," terangnya. 

Dilanjutkannya, Pemprov Jateng akan mengalokasikan BSM di angka 70 persen untuk sekolah swasta. 

"Sisanya akan diberikan ke sekolah negeri. Kami rasa alokasi dana bantuan bisa sedikit meringankan beban sekolah swasta," paparnya. 

Belum rampung dengan wacana tersebut, Padmaningrum juga menyinggung mengenai sekolah swasta dengan jumlah murid sedikit. 

"Ada permasalahan jika alokasi BSM, salah satunya jumlah murid yang ada di sekolah swasta. Karena sekolah dengan jumlah siswa sedikit alokasinya pasti sedikit, karena BSM berdasarkan junlah siswa. Hal itu juga masih kami bahas solusinya, supaya sekolah dan para guru masih tercukupi gajinya," imbuhnya. 

Adapun wacana tersebut disambut baik para guru yang mengejar di sekolah swasta, tak terkecuali Paulus yang mengajar di SMP Maria Mediatrix. 

"Kalau direalisasikan pasti para guru terbantu, apalagi guru yabg mengajar di sekolah swasta kecil," ucapnya. 

Ia juga membenarkan, beberapa guru yang mengajar di sekolah swasta kecil terdampak kerena pandemi. 

"Saya pernah mengajar di SMP swasta kecil beberapa waktu lalu, karena siswa banyak yang tidak membayar gaji kami jadi tertunda. Namun mau bagaimana lagi karena kondisi darurat jadi kami maklum," tambahnya. (*) 
 

Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved