Breaking News:

Arif: FTA Center Terbuka Bagi Para Pelaku Usaha dan Tanpa Biaya

Free Trade Agreement CenterSemarang resmi dapat melayani para pelaku usaha, pada Senin, (31/8/2020) mendatang.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kantor FTA Center yang bertempat di Kantor Disperindag Jateng lantai 3, dimana FTA Center dapat dipergunakan bagi para pelaku usaha yang ingin berkonsultasi guna mengembangkan ekspor untuk produk usahanya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Free Trade Agreement Center (FTA Center) Semarang resmi dapat melayani para pelaku usaha, pada Senin, (31/8/2020) mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Jateng), Muhammad Arif Sambodo mengatakan kehadiran FTA Center ini dapat dipergunakan bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan ekspor untuk produk usahanya.

“Sebetulnya FTA Center ini sudah diusulkan sejak tahun lalu ketika kami bertemu dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Surabaya, dan akhirnya kini kami memiliki FTA Center,” ungkap Arif kepada Tribun Jateng, Jumat, (28/8/2020).

Adapun dalam penggunaan FTA Center, para pelaku usaha dapat berkonsultasi seputar kegiatan ekspor kepada para tenaga ahli yang sudah disiapkan.

Untuk tenaga ahli, FTA Center menyediakan tiga tenaga ahli diantaranya dibidang akses pembiayaan dan prosedur ekspor, bidang implementasi perjanjian perdagangan internasional, serta bidang promosi dan pemasaran.

Arif menuturkan tiga tenaga ahli tersebut telah terpilih sejak 29 Juli 2020 lalu. Sementara untuk proses pemilihannya bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

“Bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan layanan ini maka dapat datang ke Kantor Disperindag Jateng lantai 3, dan pelaku usaha dapat langsung berkonsultasi. Untuk jam operasional, para tenaga ahli dapat melayani para pelaku usaha mulai pukul 08.00-16.00 WIB,” terang Arif.

Para pelaku usaha juga tidak perlu khawatir terhadap biaya, sebab FTA Center ini melayani tanpa dipungut biaya.

Berkaca dari kesuksesan lima FTA Center yang telah beroperasi sebelumnya yakni di Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Surabaya. Arif menuturkan juga memiliki harapan besar untuk kesuksesan FTA Center Semarang ini, dimana dapat menjadi wadah untuk konsultasi, advokasi hingga pendampingan kegiatan ekspor bagi para pelaku usaha.

“Dari 2.151 eksportir yang ada di Jateng, maupun para pelaku usaha di Jateng, kami harapkan dapat memanfaatkan FTA Center ini karena mengingat efeknya yang sangat baik untuk kegiatan ekspor,” imbuh Arif.

Besar harapan Arif para pelaku usaha di Jateng dapat memanfaatkan FTA Center, mengingat dimasa pandemi ini kegiatan ekspor sudah mulai menggeliat kembali dengan telah dibukanya negara-negara tujuan ekspor yang sebelumnya sempat melakukan lockdown. Adapun dari data yang ada, ekspor non migas Jateng saat ini sudah mulai tumbuh dengan data pada bulan Mei dibanding Juni meningkat hingga 38 persen.

“Kami juga memiliki coaching program yang berguna untuk memunculkan para eksportir baru,” tandas Arif. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved