Breaking News:

Otomotif

Terjadi Lagi Aksi Pelemparan Batu di Jalan Tol, Waspadai Objek Terlihat Umum Tapi Berisiko

Aksi pelemparan batu di atas jembatan penyeberangan orang ( JPO) jalan tol, kembali terjadi. Kali ini berada di ruas Tol Tangerang-Merak yang dikabar

Kompas.com/Sherly Puspita/Dokumen Polres Serang
Ilustrasi: Kaca mobil yang pecah akibat lemparan batu di ruas Tol Jakarta-Merak, Rabu (27/6/2018). (Dokumen Polres Serang) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Aksi pelemparan batu di atas jembatan penyeberangan orang ( JPO) jalan tol, kembali terjadi.

Kali ini berada di ruas Tol Tangerang-Merak yang dikabarkan sempat membuat kerusakan tujuh kendaraan saat sedang melintas.

Berdasarkan informasi yang ada, kejadian tersebut berlangsung di Km 47, Desa Songgom, Kecamatan Cikande.

Cerita Warga saat Polsek Ciracas Dibakar, Dicegat Orang Bersenjata hingga Masuk Mako Kopassus

Heboh Pendaki Temukan 5 Tank MBT Penuh Amunisi di Bukit Golan Israel

Sedang Tren PNS Wanita Punya Suami Lebih dari Satu, Ini Aturan & Penjelasan Menpan-RB

Pangdam Akui Oknum Anggota TNI Terlibat Perusakan Polsek Ciracas, Diawali Kabar Bohong Prada MI

Beruntung pelaku yang diketahui mengalami gangguan jiwa itu sudah diamankan oleh kepolisian setempat.

Sebelumnya, aksi serupa juga sempat terjadi di ruas Tol Cipularang, Jawa Barat, pekan lalu.

Unggahannya didapat dari akun @ClaraJosephine.

Dalam twitter-nya, disebutkan bila pelemparan batu dengan dimensi besar itu terjadi di KM 104 Cipularang mengarah ke Bandung serta membuat kerusakan karena kaca mobilnya pecah.

Menanggapi aksi tak bertanggung jawab dan bermoral tersebut, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan soal pentingnya waspada dalam berkendara.

Terutama terhadap objek yang terlihat umum namun memiliki tingkat risiko tinggi.

"Kejadian seperti ini pernah tahun-tahun sebelumnya, ini memang berbahaya dan tidak manusiawi karena pelaku tidak memikirkan apa dampaknya terhadap korban. Menyikapi ini, pada umumnya kita harus bisa meningkatkan kewaspadaan saat berkendara," ucap Jusri kepada Kompas.com, Sabtu (29/8/2020).

"Biasakan saat berkendara kita selalu konsentrasi dan mendapatkan visual semaksimal mungkin, artinya mata memandang sejauh yang bisa dilihat. Dalam kasus ini contohnya seperti jembatan yang ada di tol, baik yang untuk orang jalan atau pun kendaraan, biasakan sebelum melintasi JPO mata diarahkan untuk mengetahui kondisi di atas," kata dia.

Tak hanya itu, Jusri juga menyarankan bila melihat adanya hal-hal jangal, seperti adanya orang di atas yang sedang nongkrong atau berkumpul, ada baiknya untuk mulai mereduksi kecepatan.

Bahkan bila memungkinkan, pindah ke jalur lambat dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas, alias tidak langsung yang justru membuat pengendara lain bisa keget atau bahkan membuat bahaya lainnya.

"Langkah-langkah itu bisa dijadiakan sebagai antipasi. Namun paling utama itu selalu waspada saat berkendara, karena bahaya itu mengintai bukan hanya karena faktor internal tapi juga eksternal atau lingkungan sekitar yang kita lewati. Penting juga diketahui, risiko dalam berkendar bukan hanya dari depanpbelakang atau samping saja, tapi atas dan bawah," ujar Jusri.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belajar dari Kasus Maraknya Pelemparan Batu di Jalan Tol"

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved