Breaking News:

Pendidikan

Tunggakan SPP Sekolah Swasta Membengkak saat Pandemi

Pemprov Jateng akan mengubah skema bantuan untuk siswa kurang mampu atau Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Istimewa
ilustrasi sekolah tatap muka di kala pandemi covid-19 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng akan mengubah skema bantuan untuk siswa kurang mampu atau Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Dalam skema tersebut pembiayaan sekolah swasta menjadi sasaran program BSM. Dalam skema, sekolah swasta akan mendapat alokasi BSM lebih besar dari pada sekolah negeri.

Hal itu untuk meringankan beban sekolah swasta di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya ada anggapan dari masyarakat jika sekolah libur, maka tidak membayar biaya sekolah.

Menurut Plt Kepala Disdikbud Provinsi Jateng, Padmaningrum, stigma tersebut menjadi beban sekolah swasta.

"Karena sekolah swasta menanggung biaya operasional sendiri, termasuk gaji guru. Kalau tidak ada yang membayar SPP, gaji guru juga tidak keluar," paparnya, kemarin.

Untuk itu dikatakan Padmaningrum, pemberian bantuan untuk sekolah swasta sangat perlu diberikan.

"Tak bisa dipungkiri sekolah swasta ikut mencerdaskan bangsa, maka mereka juga berhak dibantu, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini," terangnya.

Dewi Yull Ungkap Momen Terakhir Giska Sahetapy Setelah 10 Tahun Kepergian Sang Putri

Kabar Gembira, Per 1 September 2020 Hendi Hapus Sanksi Administrasi Denda Pajak

Dilanjutkannya, Pemprov Jateng akan mengalokasikan BSM di angka 70 persen untuk sekolah swasta. Total alokasi bantuan dalam program Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Jateng tahun 2020 mencapai Rp 10 miliar.

Selain nominal bantuan dalam program BSM, jumlah siswa yang akan mendapatkan bantuan juga masih sama dengan tahun lalu.

"Alokasinya untuk 10 ribu siswa dengan nominal setiap siswa Rp 1 juta," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved