Breaking News:

Adanya New Normal, Belum Sepenuhnya Bangkitkan Penjualan Buku di Stadion

Memasuki masa new normal, belum sepenuhnya dapat memulihkan kembali penjualan buku di Kios Buku Stadion.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki masa new normal, belum sepenuhnya dapat memulihkan kembali penjualan buku di Kios Buku Stadion, yang terletak di Jalan Stadion Timur, Semarang. Pasalnya meskipun sudah memasuki new normal, namun kegiatan belajar mengajar bagi anak sekolah masih dilakukan secara daring.

Para pedagang pun beranggapan dengan situasi pembelajaran secara daring, kebutuhan akan buku bacaan oleh pelajar belum sepenuhnya dibutuhkan.

“Memang saat ini kondisinya sudah lumayan membaik, dibandingkan awal masa pandemi covid-19 pada bulan Maret. Namun kondisi sekarang pun juga belum sepenuhnya pulih, masih baru bergerak perlahan,” ungkap pemilik toko buku Rejeki, Robi kepada Tribun Jateng, Senin, (31/8/2020).

Robi pun mengatakan selama dirinya berjualan sekira 12 tahun di kawasan Stadion, ini merupakan pertama kalinya situasi pandemi membuat penjualan buku miliknya anjlok. Bahkan Robi pun menuturkan pernah dalam sehari tidak menjual buku sama sekali.

Toko milik Robby yang menjual buku-buku terkait ilmu kesehatan, mencatatkan sebelum adanya pandemi dapat menjual lebih dari 10 buah buku.

“Kalau sekarang ini buku yang terjual per hari masih kisaran satu hingga tiga buah, biasanya yang cari mahasiswa baru yang butuh panduan buku untuk kuliah,” paparnya.

Untuk harga buku yang ditawarkan di kios Robi berkisar dari harga Rp 40 ribu hingga Rp 2 juta.

Sementara itu Dipo Arif pemilik toko buku Mandiri juga mengatakan hal yang senada. Toko miliknya juga merasakan penurunan sejak bulan Maret lalu.

Buku yang ditawarkan di toko milik Dipo bermacam-macam, mulai dari buku paud hingga perguruan tinggi dan berbagai macam novel.

“Biasanya sebelum pandemi saya bisa jual hingga 50 buah buku setiap harinya, namun dalam kondisi saat ini biasanya terjual dibawah 10 buah buku. Begitu saja saya sudah bersyukur,” ucap Dipo.

Senada dengan yang dikatakan Robi, Arif juga menuturkan penjualan buku kini mulai menggeliat kembali, namun peningkatannya belum begitu signifikan.

“Yang beli memang sudah ada sekarang, tapi belum begitu tinggi. Sekarang kenaikannya sekira 25 persen dibandingkan waktu normal sebelum ada pandemi,” terangnya. Menurutnya, untuk saat ini pembelian lebih didominasi oleh mahasiswa.

Adapun toko yang sudah beroperasi sejak 10 tahun terakhir ini menjual buku mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 500 ribu. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved