Breaking News:

Berita Pati

BPBD Pati Sudah Siapkan 300 Tangki Air Bersih Antisipasi Kekeringan

Hingga akhir Agustus ini, baru satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kekeringan di Kabupaten Pati tahun ini diperkirakan tidak separah tahun lalu.

Hingga akhir Agustus ini, baru satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati.

Padahal, pada 2019 lalu permintaan air bersih telah berdatangan sejak Juli.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Logistik pada BPBD Pati, Heru Kristianto, ketika diwawancarai Tribunjateng.com, Senin (31/8/2020).

“Sejauh ini, yang mengajukan permohonan bantuan air bersih baru satu desa, yaitu Desa Kedungmulyo Kecamatan Jakenan. Pada 25 Agustus kemarin kami sudah salurkan air bersih sebanyak empat tangki ke sana. Desa-desa yang lain belum."

"Sesuai SOP kami, setelah ada permintaan dari desa, baru kami jadwalkan pengiriman air bersih,” ujar dia.

Heru mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat ke seluruh kecamatan berisi permintaan untuk mengirimkan data potensi kekeringan.

Namun, baru empat kecamatan yang mengirimkan data, yakni Winong, Gabus, Jakenan, dan Sukolilo.

Ia mengatakan, sebagai acuan, pada 2019 lalu terdapat 88 desa di 10 kecamatan yang terdampak kekeringan. Sementara ini, pihaknya masih berpegang pada data tersebut.

“Sementara, untuk 2020 ini, kami sudah siapkan 300 tangki (air bersih). Prediksi puncak kekeringan mungkin September-Desember,” ungkap dia.

Heru mengatakan, pihaknya juga telah menyampaikan pada pihak pemerintah desa untuk segera mengajukan surat permohonan air bersih seandainya di wilayahnya mulai terjadi kekeringan. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved