Breaking News:

Disdikbud Kendal Proyeksikan 148 Ribu Siswa dan 9 Ribu Guru Dapat Kuota Internet Gratis

Disdikbud Kabupaten Kendal memproyeksikan 148 ribu siswa dan 9 ribu guru mendapatkan subsidi kuota internet gratis.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal memproyeksikan 148 ribu siswa dan 9 ribu guru mendapatkan subsidi kuota internet gratis dari pemerintah.

Rinciannya, 32.848 siswa Paud, 81.639 Siswa SD Negeri dan Swasta, serta 34.080 siswa SMP Negeri maupun Swasta. Sedangkan khusus guru terdiri dari 1.796 guru paud, 5.145 guru SD Negeri dan Swasta, serta 2.624 guru SMP Negeri dan Swasta.

Jumlah tersebut saat ini masih dalam proses input nomor telepon pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di masing-masing satuan pendidikan hingga 11 September nanti.

Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, mengatakan proses penginputan hingga kini masih berlangsung di masing-masing satuan kerja pendidikan. Nantinya, pihak Disdikbud Kendal akan menunggu interuksi dari Kementerian setelah semua data telah masuk.

"Rencananya hari ini ada vicon/webinar dengan kementerian, namun diundur. Sementara proses input di Kendal saat ini masih berlangsung," terangnya di Kendal, Senin (31/8/2020).

Wahyu menegaskan, hingga kini pihaknya belum menerima juknis lengkap yang berkaitan dengan teknis pemberian subsidi kuota internet tersebut. Karenanya, ia belum bisa menjabarkan bagaimana teknis pemberiannya nanti.

"Sampai saat ini belum ada juknis yang mengatur tentang itu. Kita tunggu saja mekanisme yang lebih rinci," terangnya.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memberikan bantuan berupa kuota internet gratis kepada siswa, guru, mahasiswa, hingga dosen.

Dengan alokasi anggaran Rp 7,2 triliun yang bersumber dari optimalisasi anggaran Kemendikbud serta dukungan dana Bagian Anggaran dan Bendahara Umum Negara (BA BUN) 2020, rencananya dibagikan selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlangsung mulai September hingga Desember mendatang.

Caranya, guru secara kolektif akan mengumpulkan data nomor ponsel milik siswa. Data terkumpul disetorkan kepada kepala satuan pendidikan untuk diinput ke aplikasi Dapodik.

Rencanaya, siswa atau orangtua siswa yang nomor ponselnya telah terdaftar akan mendapatkan kuota internet gratis sebesar 35 GB per bulan, sedangkan guru mendapatkan 42 GB, mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB.

Kata Wahyu, terlepas dari bantuan itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan proses pembelajaran melalui jarak jauh dengan mengembangkan inovasi-inovasi yang ada.

Satu di antaranya melalui ide dan kreatifitas para guru penggerak di satuan pendidikan Kendal. Ia menyebutkan, dari 24 guru penggerak baik dari kalangan SD dan SMP, kini sudah bertambah menjadi seratusan guru.

Para guru ini akan berkordinasi satu sama lain untuk memberikan inovasi maupun model pembelajaran yang kreatif kepada semua satuan pendidikan baik secara daring maupun luring.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa inovasi itu penting, bahkan kurikulum pembelajaran yang digunakan harus menyesuaikan. Seperti contoh di Kendal menggunakan kurikulum darurat atau penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Dan ini perlu dilakukan guna menunjang kebutuhan para siswa," tutupnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved