Breaking News:

Pembelajaran Daring

Hendi Sebut Ada Lima Kendala dalam Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh

Ada lima persoalan dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), baik yang dihadapi pelajar maupun guru.

TRIBUN JATENG
Hendrar Prihadi Walikota Semarang saat menjadi moderator dalam webinar bertema sistem pendidikan di tengah pandemi Covid-19, Minggu (30/08/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Walikota Semarang Hendrar Prihadi menganalisis timbul lima persoalan dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Menurutnya belum meleknya teknologi guru dan siswa, ketersediaan gawai untuk PJJ, keluhan mengenai kuota internet, dan yang terakhir ketersediaan jaringan di beberapa daerah yang tak merata, menjadi kendala pelaksana pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19. 

Terkait jaringan, Hendrar yang menjadi moderator dalam seminar virtual bertema sistem pendidikan di tengah pandemi Covid-19, memberi kesempatan pada Samuel A Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memberi penjelasan ke peserta webbinar. 

"Silahkan mungkin pak Samuel bisa menjelaskan ke peserta webinar yang hadir mengenai gambaran jaringan internet di Indonesia untuk mendukung PJJ," kata Hendrar dalam webinar yang dihadiri 6.000 lebih peserta, Minggu (30/8/2020) malam. 

Samuel pun menerangkan, pemerintah sudah melakukan pembangunan terkait jaringan internet, termasuk proyek Palapa Ring. 

"Tahun lalu Presiden meluncurkan pembangunan Palapa Ring yang merupakan jaringan fiber optik untuk menyambungkan seluruh jaringan internet di Indonesia," paparnya. 

Dilanjutkannya, selain Palapa Ring, pemerintah sedang membangun BTS sebagai infrastruktur pendukung jaringan internet.  

"Saat ini masih ada 12.500 desa tidak memiliki jaringan internet. Tahun depan kami akan membangun sekitar 4.500 BTS, semua infrastruktur dibangun untuk memberikan layanan digital, termasuk untuk mendukung PJJ," tuturnya. 

Tak hanya itu, ditambahkannya, pada tahun 2023 Indonesia juga akan meluncurkan satelit berkecepatan 250 GB per second untuk pemerataan layanan internet. 

"Khusus saat pandemi ini, kami sedang berupaya memberikan internet murah yang bisa diakses oleh pelajar. Hal itu masih kami bahas bersama operator yang ada di Indonesia," tambahnya. (budi susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved