Breaking News:

OJK Jateng dan DIY Apresiasi Bank Jateng Salurkan Bantuan Guna Mendorong Ketahanan Pangan

Pemprov Jateng bersama dengan OJK Regional 3 Jateng dan DIY serta Bank Jateng bersinergi dalam rangka pemulihan ekonomi.

Istimewa
Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Jajaran Direksi Bank Jateng, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, bersama-sama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ketika memperkenalkan program “Ketahanan Pangan Bank Jateng” di daerah wisata Borobudur. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama dengan OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY serta Bank Jateng bersinergi dalam rangka pemulihan ekonomi di Jawa Tengah khususnya di daerah wisata Borobudur dengan memperkenalkan program “Ketahanan Pangan Bank Jateng”.

Pemprov Jateng, OJK Jateng dan DIY serta Bank Jateng yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang membentuk komunitas petani hidroponik dan memberikan bantuan berupa peralatan pertanian hidroponik bagi calon petani, serta melakukan kegiatan capacity building tentang tata cara bertani hidroponik dan pengelolaan keuangan UMKM terutama di era pandemi.

Tidak hanya menggerakkan petani hidroponik, Bank Jateng juga membiayai UMKM yang bergerak di bidang makanan tradisional di sekitar Borobudur yang selanjutnya akan diberikan pelatihan packaging, photografi produk, beserta pelatihan pemasaran melalui marketplace yang dimiliki oleh Bank Jateng yaitu BiMart.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menyampaikan apresiasinya kepada Bank Jateng serta pihak-pihak yang terlibat memberikan bantuan melalui program ini.

Kegiatan tersebut selaras juga dengan tujuan dan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah yaitu pengembangan dan pendampingan UMKM serta peningkatan inklusi keuangan bagi para petani hidroponik.

“Terlebih ditengah pandemi Covid-19, Perbankan tidak hanya sebagai solusi permodalan, namun juga diharapkan mampu menjadi penggerak sektor riil, diantaranya dengan pemberian bantuan teknis kepada UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, kemasan dan memperluas media penjualan,” ucap Aman dalam siaran pers tertulisnya, Senin, (31/8/2020).

Adapun kegiatan ini merupakan salah satu solusi kreatif agar petani dan UMKM mampu lebih berinovasi untuk meningkatkan produksinya.

Sementara itu berdasarkan data OJK posisi bulan Juni 2020, kredit perbankan di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 3,26 persen secara year on year (yoy) dengan penyaluran kredit UMKM mencapai sebesar Rp 140.860 miliar atau 43,35 persen dari total kredit dan tumbuh sebesar 4,14 persen secara yoy.

Terkait dengan dukungan terhadap program pemulihan ekonomi nasional khususnya penempatan uang negara pada Bank Umum, berdasarkan laporan realisasi per tanggal 26 Agustus 2020 Bank Jateng telah menyalurkan kredit Penempatan Uang Negara yang telah mencapai nominal Rp 501,26 miliar kepada 3.827 debitur.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara continue atau terus menerus dan bahkan dapat diikuti oleh industri jasa keuangan lainnya,” imbuhnya.

Selain manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, pemberian bantuan dan pendampingan ini kedepannya diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk dapat mengembangkan usahanya secara mandiri serta dalam pengelolaannya lebih efisien. Sehingga pada akhirnya dapat menjadi target intermediasi perbankan melalui penyaluran kredit atau pembiayaan produktif. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved