Breaking News:

Pilkada 2020

Dilarang Ada Arak-arakan Calon Kepala Daerah Saat Pendaftaran ke KPU

Dalam beberapa kebiasaaan, bakal calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada akan diarak saat akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Editor: m nur huda
tribunjateng/hermawan handaka
ILUSTRASI - Ribuan simpatisan ikut arak-arakan mengantar paslon Ganjar-Yasin ke kantor KPU Jateng melewati Jalan Pahlawan, Selasa 9 Januari 2018 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Para pendukung dan simpatisan bakal calon kepala daerah dilarang melakukan arak-arakan.

Dalam beberapa kebiasaaan, bakal calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada akan diarak saat akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Larangan tersebut karena saat ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19.

Segala proses tahapan Pilkada harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana mengatakan, masa pendaftaran para bakal calon akan dibuka pada 4 hingga 6 September 2020.

Selama pendaftaran, jumlah pengantar pun dibatasi agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Tradisi arak-arakan yang dilakukan oleh para bakal calon untuk sekarang diminta untuk tidak dilakukan, karena para pengunjung akan dibatasi. Kita harus mengikuti protokol kesehatan karena masih pandemi," kata Kelly kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Menurut Kelly, selain dilarang melakukan arak-arakan, para bakal calon kepala daerah pun akan diperiksa suhu tubuh.

Begitu juga dengan para pendukung yang datang.

Kelly menjelaskan, setelah tahap pendaftaran dilakukan selesai, pihak KPU akan melakukan verifikasi data.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved