Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Ganjar Jamin Bus Trans Jateng Terapkan Protokol Kesehatan

Di masa pandemi ini, keamanan penumpang agar terhindar dari penularan virus dengan menerapkan protokol kesehatan ketat

Istimewa
Gubernur Ganjar berbicara dengan seorang penumpang BRT Trans Jateng Purworejo-Borobudur Magelang. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di transportasi publik harus dilakukan guna mencegah penyebaran virus.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng.

Hal itu diungkapkan usai meresmikan operasional BRT Trans Jateng wilayah Purwomanggung dengan rute Purworejo- Borobudur Magelang, di halaman Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (1/9/2020).

Ruben Onsu Tanggapi Hubungan Serius Jordi Onsu dengan Cita Citata

Jose Mourinho Datangkan Pemain Paling Dibenci ke Tottenham Hotspurs

Nadiem Janjikan Pembagian Kuota Internet Gratis Buat Pelajar

Chelsea Datangkan 5 Bintang Baru, Fans Liverpool Kebakaran Jenggot Tuntut Jurgen Klopp

Di masa pandemi ini, keamanan penumpang agar terhindar dari penularan virus dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Tidak ada dempet-dempetan (himpit-himpitan), apalagi di masa pandemi ini. Kebersihan bus sangat kita jaga," tegas Ganjar dalam keterangan tertulis.

Rute Purworejo-Borobudur ini merupakan koridor keempat BRT Trans Jateng yang dioperasikan Pemprov Jateng.

Tiga koridor sebelumnya yakni Kota Semarang-Bawen Kabupaten Semarang, Kota Semarang-Kendal, Purwokerto Banyumas-Purbalingga.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng, Satriyo Hidayat menuturkan BRT Trans Jateng merupakan transportasi yang disubsidi pemerintah bukan komersial semata.

Sehingga penerapan protokol kesehatan harus dilakukan meskipun mengurangi kapasitas penumpang supaya bisa menjaga jarak atau physical distancing.

"Mari berikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi. Bepergian sehat yang paling utama," ujarnya.

Dalam pandemi ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan di BRT semua koridor. Misalnya yakni saat jam sibuk memberangkatkan dua bus supaya penumpang tidak berjubel saat ramai.

"Saat jam sibuk, kami memberangkatkan dua bus. Satu bus di belakangnya berangkat beberapa menit kemudian. Kalau padat bisa ditambah tiga bus," tandasnya.

Satriyo mengatakan penumpang BRT Trans Jateng mengalami kenaikan saat menerapkan kebiasaan baru dari 23 persen saat ini sudah 62 persen.

Penyediaan layanan transportasi yang sehat sangat penting untuk mendukung dan mendongkrak daya beli masyarakat.

Ia berharap dengan menciptakan angkutan yang sehat tidak ada klaster penyebaran virus dari sektor transportasi di jateng.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved