Breaking News:

Harga Ayam Anjlok Jadi Rp 10 Ribu, Peternak Demo di Depan Gedung Kementan

Saat melakukan aksi unjuk rasa, massa peternak juga membawa ratusan ekor ayam boiler. Ayam-ayam boiler itu kemudian dibagikan kepada pengendara

TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Ilustrasi - Peternak ayam 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ratusan peternak ayam berunjuk rasa di depan gedung Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (1/9). Pantauan Tribun, massa aksi membawa sejumlah atribut berupa bendera dan spanduk.

Saat melakukan aksi unjuk rasa, massa peternak juga membawa ratusan ekor ayam boiler. Ayam-ayam boiler itu kemudian dibagikan kepada pengendara yang melintas di Jalan RM Harsono menuju Taman Margasatwa Ragunan.

Dalam demonstrasi tersebut, massa peternak meminta pemerintah menstabilkan harga ayam hidup. Seorang peternak sekaligus koordinator aksi Sugeng Wahyudi mengatakan, saat ini harga ayam hidup di tingkat peternak tengah anjlok.

Rata-rata harian harga konsumen komoditas pasar di Jakarta mengalami beberapa kenaikan dan penurunan. Harga dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.

Untuk harga ayam broiler atau ras mengalami penurunan sebesar Rp82 menjadi Rp35.394 per ekor  untuk harga tertinggi berada di Pasar Pondok Labu dengan harga Rp45.000 per ekor dan harga terendah berada di Pasar Pluit dengan Rp25.000 per ekor.

Telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar Rp45 menjadi Rp24.937 per kilogram, untuk harga tertinggi berada di Pasar Pluit dengan harga Rp32.000 per kilogram, dan harga terendah berada di Pasar Minggu dengan Rp23.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga ayam ditingkat peternak menjadi Rp 10.000.

"Tuntutannya sudah pasti harga ayam di atas biaya pokok produksi," kata Sugeng di lokasi.

Selain itu, lanjut dia, para peternak berharap pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap harga jual ayam. "Perbaiki dulu hulunya, baru ke hilir. Bisnis ayam berkembang pesat, tapi mengesampingkan kehidupan peternak," ujarnya.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sugiono menjelaskan pihaknya terus berjuang agar harga ayam peternak rakyat kembali membaik. Sugiono mengatakan hingga saat ini Kementan masih terus menindaklanjuti aspirasi dari para peternak. Sesuai instruksi dari Mentan pihaknya konsisten memperjuangkan kendala para peternak. Permentan Nomor 32 tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran dan pengawasan ayam ras serta telur konsumsi disusun untuk melindungi peternak rakyat mandiri.

"Permentan 32 disusun melingkupi semua aspek. Tidak ada lagi kuota-kuota sehingga semua integrator akan mendapat bagian hilir. Jadi pemerintah hingga saat ini masih terus berjuang untuk kesejahteraan peternak. Kita secara serius konsisten menangangani aspirasi para peternak," jelasnya.

Halaman
12
Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved