Jokowi Apresiasi Tingginya Angka Kesembuhan Covid-19
Angka kesembuhan covid-19 di Indonesia mencapai 72,1 persen, atau sudah ada 125.959 kasus dinyatakan sembuh.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan persentase kesembuhan pasien covid-19 pada Maret 2020 masih sangat rendah. Tetapi, angka kesembuhan terus menunjukan peningkatan sangat drastis. Menurut Presiden, hal itu harus disyukuri dan terus ditingkatkan.
"Pada Agustus, kesembuhan (dari covid-19-Red) kita sudah mencapai 72,17 persen. Patut kita syukuri," katanya, saat memberikan arahan kepada para Gubernur menghadapi pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9).
Hingga kemarin, angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia mencapai 72,1 persen. Dilansir laman covid19.go.id, sudah ada 125.959 kasus dinyatakan sembuh. Terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 1.774 orang dalam 24 jam terakhir.
Diketahui, saat ini jumlah kasus covid-19 di Indonesia mencapai 174.796 kasus. Jumlah ini setelah ada penambahan 2.743 kasus baru yang dilaporkan. Sementara kasus kematian dilaporkan bertambah 74 orang. Sehingga total kematian mencapai 7.417 orang, atau 4,2 persen dari kasus terkonfirmasi.
Presiden juga membeberkan data yang menunjukkan angka positivity rate Indonesia pada 31 Agustus, yang sebelumnya berada di atas, kemudian melandai.
Dalam kesempatan itu, ia meminta para gubernur untuk memelototi jumlah kasus positif, kemudian jumlah yang sembuh, dan jumlah yang meninggal dipantau setiap harinya. "Harus harus kita tekan terus agar lebih baik," ujarnya.
Jokowi mengingkatkan para kepala daerah yang angka penularannya masih tinggi agar terus bekerja keras menekan angka tersebut. Ia meminta para kepala daerah terus koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengambil keputusan terkait pandemi ini.
"Saya minta gubernur betul-betul bekerja keras dengan gugus tugas yang ada agar bisa ditekan angkanya, dan kalau ada masalah-masalah yang memang pemerintah pusat harus bantu sampaikan kepada kita di pemerintah pusat, terutamanya di komite dan gugus tugas kita," tandasnya.
Jokowi mengakui, pemerintah Indonesia saat ini sedang berlomba dengan negara lain mendapatkan vaksin covid-19. Hal itu sebagai bagian dari upaya jangka pendek penanganan covid-19.
"Upaya kita dalam percepatan pengujian dan pengadaan vaksin. Untuk jangka pendek, kita berlomba dengan negara lain mendapatkan akses vaksin secepat-cepatnya," ucapnya. (tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jokowi-pake-masker.jpg)