Breaking News:

Berita Kudus

Pemkab Kudus Beri Bantuan Rp 10 Juta Bagi Tim Cekatil Link

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk Tim Cekatil Link, Selasa (1/9/2020).

Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo ‎menyerahkan bantuan secara simbolis yang diterima Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Budi Waluyo, di Kantor Bupati Kudus, Selasa (1/9/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk Tim Cekatil Link, Selasa (1/9/2020).

Tim yang berasal dari relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dinilai telah bekerja keras dan tanpa pamrih.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo menganggap relawan itu merupakan pahlawan bagi masyarakat Kudus. Sudah banyak jenazah Covid-19 yang telah dibantu proses pemakamannya.

"Bagi saya, mereka pejuang. mereka adalah pahlwan Covid-19. Bantuan ini tidak akan pernah cukup, namun kami ingin mengapresiasi kinerja teman-teman relawan di Cekatil Link," katanya.

Selain itu, Hartopo juga menggarisbawahi jika tim pemakaman Covid-19 memiliki peran yang sangat vital. Ini dibuktikan dengan banyaknya permintaan bantuan kepada tim Cekatil Link.

"Mereka ini yang paling penting. Banyak sekali rumah sakit yang minta tolong ke mereka untuk proses pemakaman. Peran mereka vital," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Budi Waluyo mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemkab Kudus kepada tim Cekatil Link yang berjumlah 10 orang.

Budi mengaku, perhatian dan kepedulian tersebut menjadikan semangat relawan berlipat ganda ditengah kondisi yang berlika-liku.

‎Uang sebesar Rp 10 juta itu berasal dari potongan gaji aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kudus.

"Ditengah kondisi ini, semoga bisa menjadi semangat untuk kawan-kawan di lapangan," katanya.

Saat ini pihaknya tengah mengusulkan agar setiap relawan mendapatkan insentif sebesar Rp 75 ribu untuk sekali pemakaman.

Dia sudah mengusulkan Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) itu dan targetnya bulan September sudah bisa berjalan.

"Kami usulkan untuk empat bulan. Bulan Juli, Agustus, September dan Oktober," kata dia. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved