Breaking News:

Undip Bahas Produktifitas Peternakan Kambing di Tengah Pandemi Covid-19

Produkfitas perternakan di tengah pandemi menjadi konsen FPP Undip Semarang, bersama 0Departemen Peternakan Undip.

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Prof edi Kurnianto, Guru Besar Bidang Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, saat mengisi webinar bertema meningkatkan produktifitas peternakan kambing, Selasa (1/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Produkfitas perternakan di tengah pandemi menjadi konsen Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip Semarang, bersama Departemen Peternakan Undip.

Untuk itu FPP Undip menggelar webinar bertema peningkatan produktifitas peternakan kambing dengan pemateri para pakar, serta peternak dari berbagai daerah.

Berbagai metode perternakan kambing yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dibahas dalam acara tersebut, termasuk melalui sistem kawin silang

Menurut Agus Tri, dari Disnakeswan jateng, produktifitas perternakan kambing sangat perlu diedukasikan ke para peternak.

"Karena perternakan kambing di Jateng sangat potensial, dengan populasi 4 juta kambing pada 2019 lalu, tentu hasilnya sangat menjanjikan," paparnya dalam webinar, Selasa (1/9/2020).

Ia menuturkan, dari total populasi kambing yang ada, kontribusi dagingnya mencapai 3 persen, sementara produksi susu di angka 0,5 persen.

"Jika dikelola secara baik dan ada metode untuk membuat kambing lebih produktif, perternakan kambing di jateng akan sangat potensial," ucapnya.

Adapun Prof edi Kurnianto, Guru Besar Bidang Pemuliaan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, menjelaskan, persilangan antar jenis bisa jadi satu di antara metode untuk membuat kambing lebih produktif.

"Persilangan antara kambing etawa atau PE dan lokal bisa menjadikan kambing lebih produktif dalam hal keturunan," jelasnya.

Ia menuturkan, jika ingin memiliki keturunan kambing baik dan produktif, sistem perkawinan harus benar-benar diperhatikan.

"Jika terjadi perkawinan sekerabat atau sedarah bisa timbul efek negatif pada genetik kambing, jadi sistem perkawinan harus benar-benar diperhatikan jangan sampai sedarah," imbuhnya.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan keturunan yang baik, peternak bisa melakukan pemilahan jenis ternak.

"Ternak bisa dipilah untuk pedaging atau perah, hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan tubuh ternak," tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved