Breaking News:

Berita Tegal

BI Tegal Lakukan Panen Bawang Putih Double Chromosome Generasi Keempat

Bank Indonesia Tegal melakukan panen bawang putih double chromosome generasi keempat.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam rangka membangkitkan kejayaan bawang putih nasional agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tidak perlu impor lagi, Bank Indonesia Tegal melakukan panen bawang putih double chromosome generasi keempat, pada Selasa (2/9/2020) di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Adapun kegiatan panen tersebut, pihak BI Tegal bekerja sama dengan Pemkab Tegal yang diwakili oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (TanKP), dan dari pihak Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB.

Dijelaskan, bawang putih chromosome yang dikelola oleh Kelompok Berkah Tani Desa Tuwel ini, merupakan binaan BI Tegal sejak tahun 2015, jadi kurang lebih sudah lima tahun dengan hasil naik turun.

Namun, para petani ini tidak pernah patah semangat, sehingga pernah menghasilkan dimensi bawang putih lebih besar, menyerupai bawang putih impor.

"Kami usahakan supaya bibit bawang putih ini selalu stabil sehingga bisa menjadi bibit nasional. Harapannya kedepan bisa membantu pemerintah, dengan cara bibit bawang putih chromosome kami sebar dari Tegal ke Jateng, setelah itu ke seluruh Indonesia, supaya tidak lagi 95 persen bawang putih impor," ungkap Kepala KPw BI Tegal, Taufik Amrozi, pada Tribunjateng.com, Rabu (2/9/2020).

Maka dari itu, lanjut Taufik, supaya masyarakat terbiasa dengan bawang putih produk sendiri bukan impor, pihaknya akan gencar mensosialisasikan mengenai kualitas bawang putih chromosome yang secara hasil laboratorium unsur kalium nya jauh lebih tinggi dibandingkan bawang putih impor.

Begitu juga kandungan gizi nya jauh lebih tinggi dari pada bawang putih impor. Sehingga dari segi rasa pun juga berbeda.

"Ada testimoni dari salah satu chef terkenal, ketika memasak menggunakan bawang putih impor paling tidak harus 5 siung supaya berasa. Padahal kalau masak menggunakan bawang putih chromosome ini, meski ukuran lebih kecil tapi 1 siung saja sudah cukup dan lebih harum. Sehingga ketika masyarakat sudah mulai mengetahui, mereka akan tertarik dan bangga mengkonsumsi bawang produksi sendiri," jelasnya.

Taufik menegaskan, hampir 600 ribu ton kebutuhan bawang putih nasional, 95 persen nya adalah impor. Jadi bayangkan saja berapa triliun uang yang dihasilkan.

Maka dari itu, Ia mengatakan butuh keberpihakan baik dari BI, pemerintah, akademisi, atau pun masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved