Breaking News:

Ema: 660 Ribu Pelaku Usaha Mikro Telah Diusulkan untuk Mendapatkan Banpres Produktif

Dalam rangka membantu usaha mikro di masa pandemi, pemerintah memiliki strategi berupa program banpres produktif.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati saat ditemui Tribun Jateng di kantornya beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka membantu usaha mikro agar dapat bertahan ditengah masa pandemi covid-19 ini, pemerintah memiliki strategi yakni berupa program banpres produktif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati, mengatakan banpres produktif ini merupakan dana hibah bagi para pelaku usaha mikro, bukan pinjaman maupun kredit.

Penerima bantuan pun tidak dipungut biaya dalam penyaluran banpres produktif ini.

“Adapun yang berhak untuk mendapatkan banpres produktif ini para pelaku usaha mikro yang bukan ASN, TNI atau Polri, serta pegawai BUMN atau BUMD. Selain itu juga para pelaku usaha mikro yang sedang tidak menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan,” ungkap Ema kepada Tribun Jateng, Rabu, (2/9/2020).

Ema menuturkan penerima bantuan banpres produktif ini hanya dapat diajukan dan diusulkan oleh lembaga pengusul, diantaranya seperti Dinas Koperasi dan UKM, koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum, kementerian atau lembaga, serta perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Lanjutnya, banpres produktif ini akan diberikan kepada pelaku usaha mikro secara langsung yakni senilai Rp 2,4 juta.

“Untuk di Jateng, saya belum memiliki data keseluruhan berapa usaha mikro yang akan mendapatkan banpres produktif ini. Hanya saya baru menerima data pengusulan usaha mikro dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten atau Kota sebanyak 560 ribu pelaku usaha mikro dan data pengusulan dari koperasi sebanyak 100 ribu pelaku usaha mikro,” papar Ema.

Ema menuturkan nantinya banpres produktif ini akan disalurkan melalui tiga bank yakni BRI, BNI, dan Mandiri.

“Kalau sejauh ini informasi yang sudah saya dapatkan, BRI telah menyalurkan banpres produktif ini kepada 55 ribu pelaku usaha mikro di Jateng. Namun untuk yang disalurkan oleh BNI dan Mandiri saya masih belum dapat datanya,” terang Ema.

Adapun Ema berharap dengan adanya banpres produktif ini, dapat dipergunakan bagi para pelaku usaha mikro untuk tetap menjalankan usahanya ditengah masa pandemi ini.

“Pastinya banpres produktif ini harus digunakan sebaik mungkin untuk usaha yang dimiliki para pelaku usaha mikro,” tandasnya. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved