Breaking News:

Popularitas Mobil SUV Diyakini bakal Terus Meningkat

Popularitas SUV dipercaya akan terus meningkat, mengingat beberapa jenis kendaraan itu memiliki harga yang bersaing dengan model MPV.

TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
Tipe kendaraan SUV terbaru Suzuki yaitu Suzuki XL7. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Segmen kendaraan sport utility vehicle (SUV) mungkin belum sebesar model kendaraan serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV).

Meski demikian, popularitas kendaraan itu dipercaya akan terus meningkat, mengingat beberapa jenis kendaraan itu memiliki harga yang bersaing dengan model multi purpose vehicle (MPV).

Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel mengatakan, popularitas SUV medium (MSUV) bahkan sudah secara perlahan mulai mengekor model low MPV (LMPV).

Menurut dia, hal itu tidak terlepas dari adanya edukasi seputar kendaraan MSUV dari para agen pemegang merek (APM) serta kelebihan yang dimiliki MSUV.

“Selain itu ada faktor kebutuhan kendaraan yang lebih tinggi ground clearance, kendaraan yang akomodatif seperti MPV, dan better social status,” katanya, kepada Kontan, Selasa (1/9).

Prediksi Harold, kendaraan MSUV akan mengisi 15-17 persen total pasar mobil nasional di sepanjang tahun ini. Penjualan Suzuki di segmen tersebut diwakili oleh Suzuki XL7 dan SX4 S-Cross.

Ia menargetkan, penjualan XL7 akan mampu mengisi 12 persen dari total pasar MSUV di sepanjang tahun. Untuk mencapai target itu, Suzuki sudah memiliki paket kerja sama dengan sejumlah lembaga pembiayaan atau leasing untuk menyediakan paket penjualan dengan down payment (DP) rendah, bunga ringan, serta tenor panjang.

Senada, Deputy Marketing Director PT Sokonindo Automobile (DFSK), Major Qin menyampaikan, kendaraan LSUV memiliki potensi untuk terus bertumbuh dalam jangka panjang.

Saat ini, pabrikan SUV asal China itu mengusung DFSK Glory 560 untuk penjualan segmen LSUV di Indonesia. “LSUV memiliki tenaga yang lebih baik dibandingkan dengan MPV, tetapi memiliki harga yang tidak beda terlalu jauh,” ucapnya.

Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengungkapkan, tren penjualan low SUV (LSUV) secara umum di pasar cenderung meningkat sejak awal tahun ini. Kalau diakumulasi, penjualan ritel LSUV di pasaran selama Januari-Juli meningkat 4 persen dari periode sama tahun lalu.

Billy, sapannya, menduga, tren itu didorong kebutuhan pasar akan kendaraan dengan daya tampung yang banyak, serta sesuai dengan kondisi jalanan di Indonesia. “Untuk harga, banyak yang sudah kompetitif dibandingkan dengan segmen LMPV,” paparnya.

Saat ini, Honda mengusung HRV 1,5 dan BRV di segmen LSUV untuk penjualan di Indonesia. Penjualan keduanya diklaim telah mengisi 17,4 persen pasar LSUV di Indonesia.

Ke depan, Honda menargetkan mampu mempertahankan marketshare yang telah didapat dengan cara memberikan program-program penjualan yang mampu meringankan konsumen dalam membeli mobil, termasuk di antaranya program DPO dan cicilan ringan, serta program perawatan berkala secara gratis untuk part dan jasa selama 4 tahun atau 50.000 km.

Billly belum memastikan apakah pihaknya akan melakukan penyegaran produk terhadap line up LSUV Honda atau tidak di paruh kedua tahun ini. “Penyegaran suatu produk tentunya menjadi satu strategi kami untuk meningkatkan penjualan. Untuk waktu dan modelnya kami melihat kondisi pasar,” ujar Billy. (Kontan/Muhammad Julian/Arfyana Citra Rahayu)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved