Breaking News:

Berita Blora

Semburan Lumpur di Blora hingga Tenggelamkan Belasan Kerbau, Ini Kata Dosen Teknik Geologi Unsoed

Diketahui belasan ternak kerbau milik warga sekitar yang sedang digembalakan terjebak hingga mati terkubur lumpur

IST
Warga mengevakuasi kerbau yang tertimbun lumpur akibat letusan oro-oro kesongo di Blora, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Semburan lumpur panas bercampur gas di kawasan Kesongo, Blora merupakan fenomena gunung lumpur atau Mud Volcano.

Meletusnya kawah lumpur panas yang mencapai belasan meter itu terjadi pada Kamis (27/8/2020).

Fenomena itu menjadi viral dan mendapat perhatian masyarakat dan media masa yang memberitakan.

Geng Lionel Messi di Barcelona Pecah, Hanya Dua Pemain Ini Saja yang Masih Setia Menemani Messi

Kronologi Bocah Manusia Silver Terlindas Truk, Sang Ibu Histeris Depan Jenazah: Sakitnya Hidupmu Nak

PDI Perjuangan Belum Keluarkan Rekomendasi untuk Pilkada Rembang dan Kota Pekalongan

Sakit Hati dan Dendam, Wanita Hamil di Semarang Ini Bakar Rumah Mertua

Diketahui belasan ternak kerbau milik warga sekitar yang sedang digembalakan terjebak hingga mati terkubur lumpur.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Dr. Eko Bayu Purwasatriya memaparkan jika gunung lumpur (Mud Volcano) Kesongo terletak di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah merupakan salah satu gunung lumpur di bawah permukaan bumi yang keluar ke permukaan secara alami.

"Itu mirip dengan fenomena 'Bledug Kuwu', 'Bledug Cangkring', dan 'Bledug Sedangrejo' yang terletak sekitar 15 kilometer di sebelah Barat Kesongo, tepatnya di daerah Grobogan, Jawa Tengah," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (2/9/2020).

Bayu menambahkan letusan gunung lumpur Kesongo terjadi ketika gas metan dari bawah permukaan berusaha untuk mencapai permukaan namun terhalang oleh material lumpur.

Kemudian ketika tekanan gas metan sudah cukup kuat dan mampu mendorong material lumpur keluar, maka terjadilah letusan gunung lumpur tersebut.

Gunung lumpur yang sangat aktif dengan letusan yang kecil-kecil cenderung lebih aman dari letusan yang besar, karena tekanan gas di bawah permukaan bumi sudah dikeluarkan ke permukaan.

Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada dan jangan beraktifitas terlalu dekat dengan kawah gunung lumpur yang ada di daerahnya terutama yang jarang aktif letusannya.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved